Jakarta, TopBusiness – Industri perbankan sebagai capital market merupakan sebagai tolok ukur serta juga sebagai pendorong perekonomian pada semua sektor. Oleh sebab itu, harus bisa menjadi penggerak perekonomian seluas-luasnya.
Tentunya industri perbankan ini harus bisa memberikan dana murah agar industri bisa bersaing, dan tidak itu saja, pelayanan industri perbankan ini pula harus cepat dan mudah serta harus mengikuti perkembangan teknologi terkini yaitu Tekonologi Informasi (TI).
Perang dagang Amerika dan China sangat memberikan dampak dan pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia. Ekspor produk bahan baku Indonesia banyak dipasok dari Indonesia, bisa kita lihat seperti : bahan baku Mineral dan pertambangan, Crude Palm Oil (CPO) serta bahan baku produk lainnya.
Dikatakan Pengamat Ekonomi Institute For Development Of Economics and Finance (INDEF), Bima Yudhistira menyatakan, perang dagang Amerika –China ini akan menekan dan berimbas kepada perekonimian Indonesia. Tekanan ini akan berlangsung sangat panjang. Indonesia harus menempuh langkah baru agar bisa ke luar dari tekanan tersebut. Selama ini Indonesia sangat ketergantungan dengan komodi, apalagi komoditi tersebut masih merupakan kepada bahan industri.
“Ke depannya Indonesia harus bisa mengolah bahan baku tersebut di dalam negeri agar penerimaan keuntungan akan diterima sangat besar bagi Indonesia,” tegas Bhima kepada Top Business dalam sebuah event awarding di Jakarta, beberapa hari lalu.
Semakin besarnya tantangan perekonomian Indonesia serta juga global ini.
Tentu pula tantangan yang dihadapi industri perbankan cenderung semakin meningkat serta sangatlah komplek pula, sehingga membutuhkan energi dan kecepatan yang kian tinggi terutama dalam pengambilan keputusan.
Untuk itu, kebutuhan akan tenaga – tenaga muda semakin mengemuka demi memenuhi tantangan tersebut. Seiring dengan hal tersebut RUPSLB PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengangkat seorang milenial dijajaran direksinya, yaitu Ario Bimo yang ditetapkan menjadi Direktur Keuangan yang baru
Pengangkatan Ario Bimo tersebut dilaksanakan di Jakarta, Jumat (30 Agustus 2019). Tentunya harapan pemegang saham menempatkan posisi Direktur Keuangan Mileneal bank pelat merah terbesar kedua di negeri ini berharap agar industri perbankan BNI ini dapat memberikan solusi bagi pembangunan perekonomian Indonesia pada sector pembiayaan yang murah, agar perekonian Indonsia terus bertumbuh dia atas 5%.
Kinerja serta performa Ario Bima generasi Milenial ini sangatlah kinclong. Sebelum menduduki jabatan pada jajaran Board Of Direktor (BOD ) ini, sang milenial menjabat sebagai Direktur Perseroan BNI, Bimo sempat menjabat sebagai General Manager BNI Cabang Tokyo (2018-2019) dan Wakil Pemimpin Divisi BUMN & Institusi Pemerintah (BIN) BNI (2018), serta meraih gelar Master of Engineering Management dari University of Technology Sydney
Dengan pengangkatan Ario Bimo tersebut, maka susunan Direksi BNI secara lengkap adalah sebagai berikut:
– Direktur Utama: Achmad Baiquni
– Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
– Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
– Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan: Tambok P Setyawati
– Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
– Direktur Tresuri dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
– Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
– Direktur Keuangan: Ario Bimo
– Direktur Manajemen Risiko: Rico Budidarmo
– Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
– Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah
Ario Bimo meraih gelar Master of Engineering Management dari University of Technology Sydney, sang Milenial dengan latar belakang pendidikan engineering dan akhirnya berkiprah pada industri perbankan ini, walaupun beda disiplin ilmu akan tetapi kinerja serta capainnya sudah tak diragukan lagi pada industri perbankan ini.
Penggemar olahraga basket ini memang mencatat kinerja cemerlang disetiap posisi yang sempat ditanganinya. Sebut saja selama diberi tanggung jawab menangani BNI Cabang Tokyo, ayah dua anak ini sukses meningkatkan aset BNI menjadi USD 868 juta (28 Agustus 2019). Di tangan Ario Bimo ini lah juga license BNI sub branch Osaka ditingkatkan dari sebelumnya hanya marketing officer menjadi marketing dan pengelolaan dokumen untuk pembukaan rekening BNI Taplus. Semoga generasi milenial ini turut meberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara ini.
Albarsyah
