Jakarta, TopBusiness – Data manufaktur menambah kekhawatiran pelaku pasar komoditas, sebab menandakan pelemahan ekonomi global. Padahal, konflik dagang Amerika-China belum berangsur usai. Harga minyak mentah akhirnya jatuh.
Data manufaktur Amerika pada Agustus mengalami pengurangan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Sebelumnya, data terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro juga menyusut untuk bulan ketujuh pada Agustus. Selanjutnya, perang dagang Amerika-China menyebabkan harga minyak turun sekitar 20 persen.
Imbasnya, di London ICE Futures Exchange untuk minyak jenis brent melemah USD 0,4 per barel (0,7 persen) ke posisi USD 58,26 untuk pengiriman November.
Sementara, di bursa komoditas Amerika yaitu New York Mercantile Exchange, minyak west texas intermediate untuk pengiriman Oktober melemah USD 1,16 atau 2,1 persen menjadi USD 53,94 per barel.
