Jakarta, TopBusiness – PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM), grup usaha yang memiliki bisnis utama di infrastruktur dan energi terpadu di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur itu berencana untuk melepas saham anak usahanya ke pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dan kini, untuk lebih memfokuskan arah usahanya, SEAM Group juga melakukan restrukturisasi anak usaha menjadi hanya dua bidang, yaitu bidang energi terpadu dan sektor infrastruktur.
“Dan khusus untuk bidang energi terpadu, SEAM Group juga membentuk anak usaha baru yaitu PT Sumber Energi Mahesa Intibara (SEMI), dimana perseroan berencana melakukan penawaran saham perdana ke publik atau IPO pada 2020 nanti,” ungkap Asep Sulaeman Sabanda, CEO SEAM Group di Jakarta seperti dilansir, Rabu (4/9/2019).
Lebih jauh dia menegaskan, sebelumnya juga sudah menerbitkan surat utang dalam bentuk Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI-JP). Aksi korporasi itu untuk membiayai ekspansi kegiatan usaha, pada akhir 2018 lalu.
SBI-JP ini diterbitkan dengan bekerja sama dengan ASCORT ASIA Group selaku agen pemasaran, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BRI selaku agen pemantau, agen pemegang jaminan dan agen pembayaran.
“Dan salah satu bentuk penanggungjawaban atas penggunaan dana SBI-JP SEAM yang telah terkumpul, kami lakukan paparan publik atas kinerja kami ini,” tutur dia.
Menurut dia, langkah ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) atas keterbukaan informasi sebagaimana dipersyaratkan oleh ASCORT ASIA Group.
DaIam paparannya, lanjut Asep, bagi SEAM Group sendiri bahwa seluruh dana SBI-JP ini telah dipergunakan sesuai dengan rencana awal yakni untuk kegiatan ekspansi dan investasi Perusahaan.
“Mulai dari pembangunan jalan hauling, pembelian alat berat, pembukaan lahan tambang, hingga akuisisi tambang dan pelabuhan laut,” ujarnya.
Saat ini, dia melanjutkan, pengembangan fokus usaha SEAM Group dilakukan agar perusahaan dapat segera menghasilkan tambahan pendapatan dan memperkuat arus kas perusahaan dalam jangka pendek.
SEAM Group juga melebarkan fokus usaha tambang dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Timur. Hal ini lantaran tambang batubara yang dimiliki SEAM di Kalimantan Timur telah siap berproduksi dalam waktu dekat dan tambahan infrastruktur pendukung yang harus dibangun jauh lebih sedikit daripada tambang di Kalimantan Tengah.
Sementara CEO ASCORT ASIA Group, Anthony Soewandy menambahkan, melalui keterbukaan dalam paparan tersebut, SEAM Group telah memberikan laporan penggunaan dana SBI-JP yang sudah diterima dan dimanfaatkan sesuai dengan rencana kegiatan ekspansi perusahaan.
“Karena ini bagian dari GCG dan transparansi dari perseroan terkait dana SBI-JP tersebut yang sudah diterbitkan Desember 2018 lalu itu,” kata Anthony.
Penulis: Tomy
