Jakarta, TopBusiness—Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan pertama September 2019 ini, ternyata tak terlalu bersahabat. Pasalnya, selama sepekan Indeks berkutat di zona merah.
Berdasar data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), data perdagangan ditilik dari kenaikan rata-rata frekuensi transaksi harian ternyata mengalami kenaikan 12,87 persen menjadi 533,291 ribu kali transaksi dari 472,495 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Namun kenaikan data rata-rata frekuensi tak diiringi oleh laju IHSG. “Pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri mengalami perubahan sebesar 0,31 persen ke posisi 6.308,950 dari pekan sebelumnya yang bercokol di level 6.328,470,” tutur Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, di Jakarta, Jumat (6/9/2019).
Selama untuk nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengikuti pola IHSG yang terperosok hingga 0,29 persen menjadi Rp7.238,803 triliun dari Rp7.259,735 pada penutupan minggu yang lalu.
Pun demikian untuk data rata-rata volume transaksi harian BEI, kata Aji, mencatatkan perubahan sebesar 11,85 persen menjadi 14,354 miliar unit saham dari 16,283 miliar unit saham di pekan sebelumnya.
“Kondisi perubahan juga terjadi untuk data rata-rata nilai transaksi BEI selama satu minggu ini mengalami perubahan sebesar 11,36 persen menjadi Rp8,020 triliun dari Rp9,048 triliun pada penutupan pekan yang lalu,” terang dia.
Sementara sepanjang tahun 2019, lanjutnya, investor asing juga masih mencatatkan beli bersih mencapai Rp57,464 triliun. Adapun untuk aksi investor asing pada Jumat (6/9/2019) ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp353,94 miliar.
Penulis: Tomy
