TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jalur Busway di DKI Gunakan Teknologi Speed Crete SBI 

Busthomi
9 September 2019 | 11:25
rubrik: Business Info
Jalur Busway di DKI Gunakan Teknologi Speed Crete SBI 

Foto: dok PT Solusi Bangun Indonesia

Jakarta, TopBusiness – Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan PT Pendawa Lestari Perkasa (PLP) anak perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Semen Indonesia Group) melakukan perbaikan jalur Bus TransJakarta di koridor 1 pada Kamis (5/9.2019) malam dengan menggunakan beton cepat kering (SpeedCrete) dengan metode Rapid Setting.
Teknologi Rapid Setting ini menggunakan material batu agregat dan bahan aditif yang sangat khusus, sehingga mampu memperbaiki jalan dengan waktu singkat dalam hitungan jam. Jika malam hari dikerjakan, esok hari sudah dapat digunakan. Dengan begitu tak mengganggu lalu lintas dan akivitas masyarakat.

Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar menjelaskan, pengerjaan perbaikan bakal dilakukan tengah malam hingga pagi hari, mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“(Pemilihan) Waktu pengerjaan ini agar mengurangi potensi dampak kemacetan, karena kita kerjakan di malam hari. Saat masyarakat istirahat dan lalu lintas sedang lengang, kita bekerja. Besok saat pagi sudah bisa dilewati karena (pengerjaan) ini menggunakan jenis beton cepat kering. Sehingga diharapkan tidak menyebabkan kemacetan,” katanya dalam siaran pers yang diterima, Senin (9/9/2019).

Kepala Departemen Komunikasi Perusahan Semen Indonesia, Sigit Wahono menambahkan, metode Rapid setting telah berhasil membuktikan, waktu proses pengerjaan yang lebih cepat serta memberikan hasil yang optimal.

Hal ini karena didukung dengan peralatan muktahir seperti Laser Screed yang dapat menjamin kerataan dan kemiringan hasil jalan serta aspek keselamatan kerja yang kami terapkan dalam melakukan pekerjaan di lapangan.

“SpeedCrete merupakan salah satu produk dari PT Solusi Bangun Indonesia untuk solusi pembetonan dengan kekuatan sangat tinggi. Perkerasan beton hanya membutuhkan waktu 8 jam,” imbuh Sigit Wahono.

Selain SpeedCrete, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) juga memiliki beberapa produk yang bisa dipakai untuk Jalur pejalan kaki di antaranya:

BACA JUGA:   Kerjasama Farm in BP Berau dan Genting Oil Tingkatkan Efisiensi Hulu Migas

ThruCrete, solusi perkerasan beton yang memiliki karakter keropos dapat berfungsi sebagai perantara lapisan tanah sehingga air masih dapat diserap oleh tanah.

DekoCrete, solusi perkerasan beton dekoratif berkualitas dapat diterapkan baik di dalam maupun di luar ruangan, desain sesuai dengan keinginan.

ApexCrete, adalah solusi terintegrasi untuk konstruksi lantai industri agar sesuai dengan kebutuhan industri memastikan produktivitas kerja yang tinggi dan penyelesaian lantai berkualitas tinggi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho, untuk tahap awal kerja sama ini, kontrak kerjasama PT SBI dengan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta baru disepakati untuk pengerjaan perbaikan di empat koridor dari total 10 koridor yang diidentifikasi mengalami kerusakan.

“Salah satu dari keempat koridor tersebut di antaranya adalah koridor satu, mulai dari Blok M-Kota dan koridor tiga, dari Kalideres ke Harmoni,” lanjut dia.

“Jenis beton yang kita gunakan kualitasnya tinggi. Selain cepat keras, dia juga bisa tahan sampai 4-5 tahun. Bahkan jaminannya bisa sampai 10 tahun. Ini jauh lebih bagus dibanding (beton) yang biasa, yang sekitar 1-2 tahun sudah habis (rusak), apalagi kalau sering terendam air,” imbuh Hari.

Dari catatan Bina Marga, koridor 12 teridentifikasi mengalami kerusakan terpanjang, yaitu mencapai 11 kilometer dari total jalur sepanjang 400 kilometer. Sementara untuk di koridor lain jumlah kerusakan relatif beragam mulai dari 500 meter hingga dua kilometer.

“Kalau kita hitung (total kerusakan) itu sekitar hampir tiga persen. Ada di spot-spot tertentu. Ada yang 500 meter, ada 1.500 meter atau bisa sampai 2.000-an meter, jadi sekitar dua kilometer,” tutur Hari.

Penulis: Tomy
Tags: PT Solusi Bangun Indonesia
Previous Post

Harga Minyak Internasional Melambung

Next Post

Bitrexgo Klaim Sudah Kantongi Izin Kemendag dan Kemenkominfo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR