Jakarta, TopBusiness – Di tengah perlambatan sektor properti Tanah Air, yang terjadi pada seluruh level baik apartemen, dan perumahan residitial landiad, membuat para pengembang menjadi limbung. Tentunya, pengembang harus terus berinovasi agar terus memberikan pendapatan dan laba usaha dengan baik.
Bagi PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) sebagai pengembang yang sudah terpercaya dan terdepan dalam bisnis properti selama 25 tahun, tentunya dengan pengalaman matang dalam segala situasi serta strategi bisnis pengembang terus tumbuh dan memberikan capaian laba bagi korporasi.
Pada paparan publiknya, MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta (18/09) kepada media, jajaran direksi menyebut, semester I/2019 berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 598 miliar. Kenaikan tipis dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp 596 miliar.
Sementara itu total capain laba MTLA sebesar Rp 210 miliar, turun dibandingkan semester 1 2018 sebesar Rp 234 miliar. “Penurunan laba ini dikarenakan tahun lalu perseroan melakukan penjualan lot komersial sehingga margin yang didapat lebih besar”, terang Olivia Surodjo.
Pendapatan perseroan versi marketing sales hingga Juli 2019 sebesar Rp 1,13 triliun atau 52 persen dari target 2019. Pendapatan tersebut disumbang dari penjualan properti sebesar Rp 841 miliar dan pendapatan berulang Rp 293 miliar.
Ditegaskan Presiden Direktur MTLA, Thomas J. Angfendy, pihaknya sangat optimis target marketing sales sebesar Rp 2,2 triliun hingga akhir tahun akan terpenuhi. “Kami memiliki kawasan terpadu bisnis (CBD), perumahan tapak serta fasilitas sekolah dari TK hingga perguruan tinggi sudah tersedia dalam satu kawasan ini, bahkan transportasi umum kereta api commuter line sudah berada tepat di dalam kawasan perumahan Metland Cibitung ini dengan luas kawasan 400 hektar ini akan menjadi pilihan tepat bagai kalangan keluarga muda untuk tingal dan bisnis dikawasan ini”, papar Thomas.
Lanjut Thomas, MTLA juga sedang membangun Hotel Horison Ultima Kertajati kelas bintang 4, dengan total kamar 200, dengan ketingian 8 lantai. Diharapkan tahun 2020, hotel ini sudah beroperasi. Sementara, Metland Menteng tengah memasarkan klaster jura tipe A dengan 3 kamar tidur dengan luas bangunan 72 m2.
Serta akan launching klaster Auckland pada Oktober 2019 di Metland Transyogi. Dan juga sedang pemasaran unit proyek villa dan hotel presttisius, Royal Venya Ubud Bali. “Tentunya projek ini akan mendongkrak penjualan MTLA hingga akhir tahun”, ucap Thomas.
Direktur MTLA, Anhar Sudrajat mengungkapkan bahwa seluruh projek properti yang sedang berjalan tidak hanya sekedar membagun perumamahan semata, atau hotel. “Akan tetapi dimana kawasan yang dikembangkan MTLA ini akan meningkatkan perekonomian bagi penghuni, karena konsep MTLA dalam membangun kawasan, juga membangun perekonomian baru serta pula terintegrasi dan terkoneksi dengan segala bidang, baik itu juga trasnportasi umum”, tegas Anhar Sudrajat.
albarsyah
