Jakarta, TopBusiness—Hewlett Packard Enterprise (HPE) mengumumkan rencana transisi HPE sebagai perusahaan yang menawarkan layanan. Hal ini merupakan wujud komitmen HPE untuk menyediakan pilihan bagi pelanggan, dengan menawarkan portfolio lengkap melalui beragam model langganan, seperti sistem pay-per-use atau pembayaran sesuai pemakaian dan sebagai bentuk penawaran layanan pada tahun 2022.
Dalam siaran pers yang diterimanya hari ini oleh wartawannya Majalah TopBusiness, CEO HPE, Antonio Neri, menjelaskan bahwa pihaknya juga akan terus menyediakan hardware dan software melalui metode capital expenditure (capex) dan metode berbasis langganan.
Itu pada akhirnya memberikan pilihan kepada pelanggan untuk memilih produk dan layanan HPE dengan penawaran tradisional atau dalam bentuk layanan.
Setelah merintis kepemimpinan dalam membentuk model baru yang menawarkan teknologi terkini sebagai layanan lebih dari satu dekade, HPE akan terus meningkatkan skala HPE GreenLake. Sehingga dapat menjangkau segmen pasar yang baru, menjawab kasus baru dalam penggunaan dan memanfaatkan kemitraannya di kelas dunia untuk mempercepat pertumbuhan.
“Hal ini termasuk penawaran HPE GreenLake terbaru yang dibuat untuk pasar menengah, layanan baru untuk edge technolog, dan perpanjangan kemitraan dengan CyrusOne, Equinix, dan Google,” kata Neri.
Sebagai tambahan, HPE juga terus melanjutkan investasi dan inovasi untuk software yang disesuaikan dengan model langganan perusahaan, termasuk HPE Aruba Central, HPE BlueData, HPE Cloud Volumes, HPE InfoSight, dan HPE OneView.
(Adhito)
