TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Produsen Kereta Swiss Investasi  US$ 100 Juta Bangun Industri di RI

Nurdian Akhmad
23 September 2019 | 09:47
rubrik: Ekonomi
Produsen Kereta Swiss Investasi  US$ 100 Juta Bangun Industri di RI

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Standler Rail,produsen kereta api dari Swiss dengan peringkat keempat di industri perkeretaapian dunia, membenamkan investasi dengan membangun industrinya di Indonesia. Perusahaan Swiss ini melakukan kerja sama strategi bisnis dengan PT INKA  (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno menyaksikan perjanjian kerja sama antara PT INKA (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan Perusahaan produsen kereta api Swiss Stadler Rail. Tiga perusahaan ini akan membentuk perusahaan patungan untuk membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur.

Menteri Rini mengatakan, kerja sama ini akan membantu pemerintah dalam pengembangan sistem transportasi kereta api di tanah air. Selain itu, pembangunan pabrik kereta api ini akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia. Kerja sama ini sebagai tindak lanjut kesepakatan antara PT INKA (Persero) dan Stadler Rail saat kunjungan delegasi Swiss ke Indonesia pada Maret 2019 di Banyuwangi.

Ditegaskan Rini, Investasi ini sangat mendukung program pembangunan sarana transportasi di Indonesia. Apalagi, volume penumpang kereta api terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. “Kami berharap pembangunan pabrik kereta api ini menjadi pembuka penjualan kereta api asal Indonesia di pasar internasional,” ujar Rinidalam siaran persnya yang diterima, Senin (23/9/2019),

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Executive Chairman Stadler Rail Peter Spuhler dan Presiden Direktur PT INKA Budi Noviantoro dan disaksikan Duta Besar RI Muliaman D Hadad. Untuk tahap pertama, total nilai investasi akan mencapai US$ 100 juta untuk memproduksi 125 gerbong per tahun yang akan ditingkatkan menjadi 1.000 gerbang per tahun.  PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menjadi pembeli utama produksi perusahaan joint venture ini.

BACA JUGA:   Didiek Haryanto Ditunjuk Jadi Dirut KAI

Pabrik akan dibangun di area seluas 83 Ha di Banyuwangi yang mempunyai pelabuhan laut sejauh 3 km dari lokasi pabrik. Pembangunan pabrik diperkirakan akan selesai pada 2020. Untuk mendukung pengembangan SDM guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri ini, Stadler Rail akan mendirikan sekolah vokasi perkeretaapian di Indonesia.

Lanjut Rini, Ini adalah kesepakatan investasi Swiss yang pertama setelah penandatanganan Indonesia – EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA) pada Desember 2018. “Diharapkan kerja sama ini akan mendorong investasi di sektor lainnya antara kedua Negara,” kata Rini.

Penulis: Albarsyah

Tags: INKAPT KAIStadler Rail
Previous Post

Harga Minyak Alami Pelemahan

Next Post

PT Dahana-Pupuk Kaltim Bangun Pabrik Amonium Nitrat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR