Jakarta, TopBusiness – Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB) bakal kembali menerbitkan surat utang dalam Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Tahap II J Resources Asia Pasifik.
Untuk secara keseluruhan perseroan bakal mengincar dana hingga Rp3 triliun. Dengan rincian, untuk tahap I sudah diterbitkan sebelumnya sebesar Rp 256 miliar. Adapun untuk tahap II yang penjatahannya pada hari ini, Senin (23/9) itu diterbitkan sebanyak Rp 500 miliar.
“Dengan tenor 3 tahun dan jatuh tempo 25 September 2022 nanti. Adapun kuponnya 10,50% per tahun. Dan yang berlaku sebagai penjamin emisi adalah PT BNI Sekuritas,” demikian surat keterbukaan yang dirilis Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin (23/9/2019).
Dalam prospektus perusahaan yang dipublikasikan di BEI, nantinya seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan perseroan sebagian pinjaman kepada PT Bukit Makmur Widya.
“PT Bukit Makmur Widya merupakan pihak berelasi dari perseroan dan J Resources Nusantara,” demikian tutur keterangan tersebut.
Dari jadwal aksikorpirasi ini, masa penawaran umum sendiri sudah dilakukan pada Jumat, 20 September lalu dengan tanggal penjatahan hari ini. Dan rencananya, untuk pencatatan di BEI pada 26 September nanti.
Berkat adanya aksi korporasi tersebut ternyata telah menopang laju saham PSAB yang menghijau. Pada penutupan sesi I tadi, saham PSAB melonjak 10 persen di tangga Rp 264 per saham. Sehingga hal itu membuat kenaikan saham perusahaan menjadi 31% sejak awal tahun hingga hari ini atau secara year to date (ytd).
Data BEI mencatat, sesi I, saham PSAB ditransaksikan sebanyak Rp 6,14 miliar dengan volume perdagangan 23,64 juta saham dengan kapitalisasi pasar Rp 6,99 triliun.
Dalam 6 bulan terakhir, saham PSAB menguat hingga 35%, sementara secara ytd sahamnya naik 31%. Namun penguatan saham hari ini lebih diakibatkan aksi beli yang dilakukan investor domestik mengingat investor asing malah melepas saham PSAB.
Tercatat, pagi tadi asing justru melepas saham PSAB senilai Rp 541 juta dan membuat catatan net sell asing secara ytd mencapai Rp 19,13 miliar. Akan tetapi, investor domestik justru melakukan aksi beli hingga Rp 6,1 miliar.
Penulis: Tomy
