Jakarta, TopBusiness – Potensi perlambatan permintaan sektor energi menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri, setelah data manufaktur Amerika soal penurunan prosentase indeks. Akibatnya, harga minyak mentah dunia terkoreksi.
Di bursa komoditas berjangka London ICE Futures Exchange, untuk jenis minyak brent dalam rangka pengiriman Desember terkoreksi USD 0,36 menjadi USD 58,89 per barel. Di New York Mercantile Exchange, untuk pengiriman November terhadap West Texas Intermediate (WTI) USD 0,45 ke posisi USD 53,62 per barel.
Indeks pembelian manajer manufaktur Amerika sebesar 47,8 persen pada September, atau mengalami penurunan 1,3 poin dari sebelumnya di Agustus sebanyak 49,1 persen. Angka prosentase di bawah 50 persen menunjukkan bahwa sektor manufaktur mengalami kontraksi. Padahal, diekspektasikan sejumlah analis angka tersebut bisa mencapai 50,2 persen.
Dalam konteks seperti itu, dapat ditebak bahwa pelaku pasar komoditas bersikap hati-hati dan meredupkan prospek permintaan emas minyak hitam tersebut.
Penulis : Agus H
