TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Diproyeksi Cenderung Terapresiasi

Busthomi
3 October 2019 | 09:41
rubrik: Business Info
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berbalik menguat, pasca beberapa hari mengalami pelemahan. Pasalnya tren USD sendiri saat ini mulai menurun seiring pesimisme pasar terhadap data ekonomi AS.

Mengutip Bloomberg pagi ini, mata uang NKRI itu dibuka di level Rp14.197/USD atau melemah 1 poin saja dari penutupan kemarin di posisi Rp14.196/USD. Namun dalam satu jam pertama, rupiah sudah mulai menghijau bertengger di posisi 14.192/USD menguat 0,02%.

Menurut analis pasar uang Monex Investindo, Faisyal berpendapat mulai berototnya mata uang Garuda itu it lebih disebabkan oleh posisi USD yang mulai menderita pelemahan. Kondisi pelemahan tersebut dipicu oleh pesimisme data manucfacturing AS yang justru kurang baik.

“Data manufacturing AS tersebut turun ke level terdalam selama 10 tahun terakhir. Makanya hal itu menjadi sentiment negatif bagi dollar AS,” papar Faisyal di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Meski begitu, dia memproyeksi penguatan rupiah hari ini masih terbatas, pasalnya sentiment dari dalam negeri juga masih kurang kondusif. “Iya karena pasar sendiri masih khawatir dengan aksi demo (unjuk rasa) lanjutan dari kalangan buruh di gedung DPR/MPR nanti,” lanjutnya.

Selain itu, kata dia, pasar juga masih bersikap wait and see (menunggu dan melihat), sembari menanti menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 nanti.

Untuk itu, lanjut Faisyal,pergerakan rupiah bisa dipengaruhi oleh data tenaga kerja AS versi ADP yang sudah dirilis semalam itu. Ekspektasi data tersebut kurang bagus dampaknya terhadap USD, sehingga berpotensi memiliki sentimen positif untuk pergerakan rupiah nantinya.

“Makanya, saya memperkirakan laju rupiah akan berada di rentang Rp 14.130/USD hingga Rp 14.240/USD dengan kecenderungan menguat,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Mowilex Latih Talenta Muda Lewat FLP

Pada perdagangan kemarin, kurs rupiah terhadap USD kembali bangkit pada penutupan perdagangan, Rabu (2/10). Penguatan ini kembali menempatkan rupiah di bawah Rp 14.200/USD setelah pada hari sebelumnya menyentuh posisi di atas level tersebut.

Data Bloomberg, rupiah menguat 0,13% ke level Rp 14.197/USD dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.216/ISD. Sedang di kurs tengah BI, rupiah justru mengalami koreksi sebesar 0,08% ke posisi Rp14.207/USD.

Penulis: Tomy

Tags: rupiah
Previous Post

IHSG Ikuti Arah Bursa Regional

Next Post

Capaian Nilai Ekspor Batik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR