
Jakarta, businessnews.id — Dari total premi asuransi umum semester I 2014 sebesar Rp 25,5 triliun, hanya Rp 1,66 triliun yang direasuransikan di perusahaan dalam negeri. Selebihnya direasuransikan ke perusahaan reasuransi luar negeri.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi umum Indonesia (AAUI) Ahmad Fauzie Darwis, di Jakarta hari ini (16/9/2014), premi bruto reasuransi umum sepanjang semester I 2014 hanya sebesar Rp 1,66 triliun, dan angka tersebut turun 12,8 persen ketimbang periode yang sama tahun 2013.
“Terjadi penurunan perolehan premi bruto reasuransi umum, walaupun tahun sebelumnya mengalami peningkatan.”
Penurunan tersebut disebabkan oleh lini usaha aneka yang turun 47 persen dari Rp 582,9 miliar pada semester I 2013 menjadi Rp 308,4 miliar di semester 1 2014; lini usaha bisnis motor, pada semester I 2013 mencapai Rp 129,2 miliar menjadi Rp 97,08 miliar pada semester I 2014; lini usaha penjaminan juga turun tajam 95,6 persen dari Rp 130,6 miliar pada semester I 2013 menjadi Rp 5,7 miliar pada semester I 2014.
Sementara dari sisi klaim bruto, terjadi peningkatan sebesar 4,6 persen dari Rp 768,1 miliar pada semester I 2013 menjadi Rp 803,56 miliar pada semester I 2014.
Sedangkan loss ratio tertinggi disumbangkan oleh lini bisnis tertanggung; walaupun secara keseluruhan dipertahankan pada besaran 50 persen.
“Dan loss ratio untuk lini bisnis motor, menempati urutan kedua dan naik dalam tiga tahun terakhir,” ucapnya. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito