TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jumlah ETF di BEI Bisa Tembus Rekor Baru

Busthomi
18 October 2019 | 14:46
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Seiring kondisi pasar yang masih positif, banyak instrumen investasi baru yang dikembangkan oleh perusahaan, salah satunya reksa dana saham (ETF).

Yang terbaru pencatatan perdana Reksa Dana Avrist RTF Fixed Rate Bond I (XAFA) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (18/10/2019).

Untuk itu, dengan maraknya produk ETF ini, pihak BEI optimistis jumlah pencatatan ETF di tahun ini akan menembus rekor terbanyak, lantaran pada tahun lalu penerbitan ETF hanya sebanyak sepuluh produk.

“Hari ini jumlah ETF yang dicatatkan di BEI sepanjang 2019 sudah ada sepuluh produk baru dari total sebanyak 34 ETF yang tercatat di Bursa saat ini,” kata Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia di Gedung BEI Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Nyoman menyebutkan, sepanjang 2018 jumlah ETF yang tercatat di BEI hanya delapan unit. Sementara tahun ini sampai Oktober sudah sepuluh unit. Dan diperkirakan di pipeline masih ada unit lagi.

“Sehingga, kami meyakini jumlah ETF yang tercatat di 2019 bisa tembus rekor dari tahun-tahun sebelumnya,” papar dia.

Dia berharap, pencatatan ETF XAFA yang diterbitkan oleh PT Avrist Asset Management (Avram) bersama PT Mandiri Sekuritas tersebut akan diikuti oleh pencatatan ETF baru dengan underlying berbeda.

Perlu diketahui, XAFA akan berinvestasi pada Surat Berharga Negara (SBN) FR0081 yang berjangka waktu lima tahun.

“XAFA ini merupakan ETF pertamanya Avrist yang ke depannya diharapkan bisa lebih banyak lagi. Sebanyak 34 ETF yang ada saat ini, hanya diterbitkan oleh 14 Manajer Investasi dari jumlah keseluruhan 97 Manajer Investasi,” papar Nyoman.

Pada pencatatan perdana hari ini, XAFA langsung bergerak menguat ke level Rp1.015 per unit penyertaan (UP) dari posisi awal Rp1.015 yang didukung oleh frekuensi transaksi sebanyak empat kali dan volume transaksi sebanyak 23 lot. Sehingga, nilai transaksi XAFA di awal perdagangan hari ini mencapai Rp2,33 juta.

BACA JUGA:   Di Akhir Perdagangan, IHSG Menetap di Zona Merah

Minimun transaksi XAFA di pasar primer untuk 1 unit kreasi (UK) sebanyak 1 juta(UP) setara dengan Rp1 miliar, sedangkan di pasar sekunder untuk 1 lot sebanyak 100 UP. Kebijakan investasi XAFA menetapkan sebesar 80-100 persen pada efek bersifat utang dan sebesar 0-20 persen di instrumen pasar uang.

Alasan investasi XAFA pada FR0081 mempertimbangkan tingginya likuiditas, risiko pasar yang rendah karena durasi pendek dan peringkat kredit di level AAA yang memiliki risiko default rendah.

“Keuntungan bagi investor antara lain, adanya return yang lebih tinggi dibandingkan dengan kepemilikan langsung pada obligasi tersebut,” ujar siaran pers Avrist.

Dia menambahkan, investor juga akan mendapat pembagian hasil investasi secara berkala setiap enam bulan serta memiliki kemungkinan capital gain. Selain itu, memudahkan investor untuk melakukan asset-liability matching, yaitu menyesuaikan kewajiban dengan aset yang dimiliki.

Penulis: Tomy

Tags: beiEFFreksa dana saham
Previous Post

Bidik Keluarga Muda, Bhinneka Life Rilis Program Saver Pro

Next Post

Akhir Pekan, IHSG Menguat 0,18 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR