Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian atau Kemenperin melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) menciptakan inovasi. Itu guna mendorong pengembangan industri batik agar semakin kompetitif.
“Beberapa unit litbang kami, telah menghasilkan berbagai alat yang dapat meningkatkan daya saing industri batik nasional,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara di Jakarta, Minggu (20/10), sebagaimana dikutip dari laman kemenperin.go.id.
Beberapa hasil litbang dan rekayasa yang telah dibuat oleh unit litbang di bawah BPPI Kemenperin, antara lain, HAOP-Hybrid Advanced Oxidation Process (Pengolahan Air Limbah Teknologi Advance) dan Reaktor Silinder Elektro-Katalitik Alir Kontinyu (anoda: Ti/Pbo2) sebagai unit pengolah air limbah Industri Pewarna dari Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPPI) Semarang.
Kemudian, Kain Tenun Desain Struktur Bermotif Batik dan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Dobby Elektronik dari Balai Besar Tekstil (BBT) Bandung. Di Baristand Industri Padang, dilakukan penelitian pembuatan sediaan pewarna tekstil dari Gambir dan limbah Gambir, serta aplikasi dan pengembangan pigmen warna alam Gambir pada produk tekstil ramah lingkungan.
Ada juga, mesin router kayu CNC, mesin celup warna kain model spiral, kompor cap & tulis yang telah diproduksi berbagai generasi, canting listrik, pint-art cap batik, Batik Analyzer dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta.
Penulis: Agus H
