
Jakarta, businessnews.id — Untuk mengurai kemacetan di pintu masuk jalan tol, dalam waktu dekat ini operator tol Jasa Marga mengadakan pembayaran via fasilitas new e-toll pass. Layanan itu tengah dikembangkan bersama Telkom.
Menurut Direktur Operasional Jasa Marga, Hasanudin (Jakarta, 17/9/2014), kini fenomena kemacetan menjelang pintu tol di Jakarta dan sekitarnya disebabkan jumlah transaksi per hari mencapai 2,8 juta transaksi . Sedangkan kemampuan layanan pembayaran transaksi di situ hanya 2,2 juta transaksi.
“Sehingga, ada gap sekitar 600.000 transaksi,” kata dia.
Sementara, durasi perlayanan transaksi jika menggunakan cara manual membutuhkan waktu 10 detik, sedangkan menggunakan e-money membutuhkan waktu 5-6 detik. “Untuk mengatasi gap 600.000 transaksi membutuhkan inovasi baru,“ terang dia.
Saat ini telah ada layanan e-toll pas, namun kendaraan harus dilambatkan di 5 km/jam sampai 10 km/jam. Cara ini dianggap masih kurang mampu mengatasi kemacetan di pintu masuk jalan tol.
Untuk itu, pihaknya tengah melakukan proyek percontohan di pintu tol Kalimalang, Jakarta Timur, dengan sistem new e-toll pass yang masih berbasis e-money.
“Kami harapkan dapat mengurasi transaksi di pintu tol hingga di bawah 1 detik di mana kendaraan hanya mengurangi kecepatan hingga 40 km/jam sampai 50 km/jam,” kata dia. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito