Jakarta, TopBusiness – Setelah dibuka melemah 0,02% ke level 6.224,42 pada awal perdagangan saham hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi satu, siang ini terkoreksi 0,05% ke level 6.222,7. Pengumuman kabinet baru oleh Presiden Joko Widodo pada pagi ini tampaknya tidak bisa mengangkat IHSG.
Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang ditransaksikan di zona merah. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei terkoreksi 0,04%, indeks Shanghai melemah 0,31%, indeks Hang Seng turun 0,94%, indeks Straits Times berkurang 0,65%, dan indeks Kospi jatuh 0,51%.
Kinerja bursa Wall Street AS yang melempem pada perdagangan kemarin (22/10/2019) sukses memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones turun 0,15%, indeks S&P 500 melemah 0,36%, dan indeks Nasdaq Composite terkoreksi 0,72%.
Wall Street harus rehat dulu pascamenguat dengan lumayan signifikan pada perdagangan hari Senin (21/10/2019). Kala itu, indeks Dow Jones naik 0,21%, indeks S&P 500 menguat 0,69%, dan indeks Nasdaq Composite terapresiasi 0,91%.
Terlebih, rilis kinerja keuangan pada perdagangan kemarin juga tak mendukung bagi pelaku pasar saham AS untuk melakukan aksi beli. Saham McDonald’s misalnya, tercatat ambruk 5% pasca melaporkan penjualan dan laba bersih yang berada di bawah ekspektasi para analis untuk periode kuartal III-2019.
Di sisi lain, ada sentimen positif yang menyelimuti perdagangan di bursa saham Asia yakni komentar positif yang kembali diterbar oleh China terkait hubungan dengan AS di bidang perdagangan. (nrd)
