TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sentimen The Fed Bikin Rupiah Kembali Berotot

Nurdian Akhmad
29 October 2019 | 10:20
rubrik: Ekonomi
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) kembali melanjutkan penguatannya. Pada hari ini diproyeksi laju rupiah kembali terapresiasi, hal ini terjadi karena mata uang Merah Putih tersebut mendapat sentiment positif dari The Federal Reserve (The Fed) yang kemungkinan akan kembali memangkas suku bunganya.

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.026 per USD atau menguat 0,02% alias 2 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp 14.028 pe USD. Namun dalam satu jam pertama laju rupiah berbalik memerah di level Rp14.029 per USD atau terkoreksi 0,01%.

Pada perdagangan kemarin, sentiment FOMC Meeting yang masih dinanti pelaku pasar membuat mata uang NKRI itu di kurs spot rupiah ditutup menguat sebesar 0,07% ke Rp 14.028 per USD. Serupa dengan itu juga terjadi di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga naik 0,29% jadi Rp 14.023 per USD.

Menurut ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed itu akan terus menyokong pergerakan rupiah pada hari ini. “Sikap wait and see pasar menjadi katalis positif bagi rupiah,” tutur Reny di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Kemungkinan The Fed sendiri diproyeksi akan memangkas suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) sebesar 25 basis poins (bps). Saat ini, FFR berada di kisaran 1,75%-2%. Untuk itu, bank sentral AS itu berpotensi menurunkan FFR guna mengantisipasi dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Sementara dari dalam negeri, sentiment yang masih akan menjadi daya topang rupiah adalah dari suku bunga BI yakni BI 7 Days Reverse Repo Rate (7-DRRR) yang belum lama ini kembali diturunkan bank sentral Indonesia itu. Saat ini BI 7 Day Repo Rate di posisi 5 persen.

BACA JUGA:   Produksi Minyak Medco dari Lapangan Migas Thailand

Dengan kondisi itu, Reny pun memproyeksikan laju rupiah pada hari ini masih akan berada di teritori positifnya. “Kemungkinan pergerakannya akan bertengger di rentang Rp 13.970 per USD hingga Rp 14.060 per USD,” tutur dia.

Tomy

Tags: rupiah
Previous Post

Asing Aksi Jual Saham Pagi Ini

Next Post

Ekonom: Pasar Respons Positif Sri Mulyani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR