TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SKK Migas Diganjar Penghargaan dari Kantor Pusat BP di Inggris

Albarsyah
5 November 2019 | 09:54
rubrik: Business Info
SKK Migas Raih Akreditasi SNI Anti Suap

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Guna meningkatkan lifting minyak dan gas (MIGAS) nasional serta terus berinovasi agar semakin tercapainya efisiensi pada seluruh sektor, tentunya tidak luput pula dilakukan efisiensi pada sektor pengadaan berbagai kebutuhan dalam seluruh operasional pada Kontraktor  Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dengan kinerja apik SKK MIGAS ini mendapatkan penghargaan dari BP kantor pusat di Inggris atas pretasi gemilang dalam berinovasi dan efisiensi tersebut.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menghadiri undangan British Petrolium (BP) Global yang berlokasi di Sunburry London, Inggris pada 30 September 2019 untuk menerima penghargaan apresiasi sekaligus menyampaikan presentasi atas inovasi dan terobosan yang telah dilakukan pada kegiatan pengadaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP di Indonesia.

Pada kesempatan di kantor pusat BP Inggris, Alan Martin selaku Head of Procurement & Supply Chain Management (PSCM) Global Wells Organization (GWO) BP mempresentasikan visi, strategi, dan prioritas BP dalam kehadirannya di industri migas untuk selalu menyediakan energi terkompetitif dan terbersih untuk dunia. Lebih lanjut, sebagai salah satu fungsi strategis di industri hulu BP, PSCM menerapkan tiga strategi utama, yakni Digitalization, Zero inventory, dan Category Management and Supplier Collaboration untuk terus memberikan operasi yang terkompetitif.

Dalam kesempatan ini juga, Alan memberikan penghargaan kepada Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa atas dukungan SKK Migas dalam implementasi Vendor Managed Consignment pada pengadaan high-grade oil country tubular goods (OCTG) dan menyampaikan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan SKK Migas dalam menggali inovasi-inovasi baru.

Sementara itu  Vice President PSCM BP Berau Ltd. James Tehubijuluw berharap dalam kegiatan pengelolaan rantai suplai industri hulu migas yaitu adanya terobosan dalam upaya percepatan dan penyederhanaan proses, serta menjamin akuntabilitas. Oleh karena itu, peran pengelolaan rantai suplai diharapkan mampu menjamin ketersediaan barang atau jasa sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna atau user dan operasional KKKS dalam kegiatan lifting minyak dan gas bumi.

BACA JUGA:   Pacu Layanan Digital Banking, Bank Mandiri Kenalkan Mandiri EDC Android

“Tentunya upaya-upaya tersebut tanpa mengesampingkan standar kualitas, kesesuaian waktu penyerahan dalam jumlah yang diperlukan dengan harga yang kompetitif, serta yang terpenting adalah aspek (HSSE), yang pada akhirnya dapat mendukung capaian target produksi,” tegas James dalam siaran pers yang diterima redaksi Top Business, Selasa  (5/11/2019).

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi dalam sambutan dan paparannya menyampaikan beberapa prinsip dasar pengelolaan pengadaan barang dan jasa KKKS, yaitu efektif, efisien, kompetitif, transparan, berwawasan lingkungan, kapasitas nasional, bertanggung jawab, dan adil.

Lebih lanjut Erwin menambahkan bahwa sesuai dengan situasi industri hulu migas saat ini, SKK Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi dan efisiensi cost recovery melalui kegiatan pengadaan diantaranya penerapan strategi kontrak yang tepat misalnya berdasarkan kinerja (performance based) untuk implementasi new technology, pengadaan atau kontrak bersama serta peningkatan kapasitas nasional melalui capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Peningkatan kemampuan nasional akan menciptakan multiplier effect yang lebih luas bagi perekonomian nasional dengan menyerap banyak tenaga kerja, serta menciptakan kerja sama dengan lembaga penelitian dan pelatihan untuk program alih teknologi.

Erwin menambahkan, penerapan new technology dalam hal mengelola industri hulu migas Indonesia sangat diperlukan guna memenuhi key performance indicator (KPI) SKK Migas yaitu penambahan reserve replacement ratio, efisiensi cost recovery, dan percepatan pencapaian target lifting seperti yang selalu disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kepala SKK Migas dalam berbagai kesempatan.

Penulis: Albarsyah

Tags: BPskk migas
Previous Post

PUPR Persiapkan Tol Layang Jakarta Cikampek I

Next Post

Perlu Ketegasan untuk Mewujudkan cleanbiofuelforall

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR