TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuat di Infrastruktur, Bupati Banjar Dijagokan Menteri PU

Nurdian Akhmad
24 September 2014 | 16:19
rubrik: Business Info

images-2-1 okeJakarta, businessnews.id  – Presiden Terpilih Joko Widodo menyebut ada kepala daerah yang menjadi kandidat menteri pada kabinet yang sedang disusunnya.  “Ada yang masuk dalam kandidat. Namanya jangan kamu ikut urusi. Ada pokoknya,” ujar Jokowi di Jakarta, kemarin. Dia memastikan bahwa kepala daerah yang telah masuk radar pantauannya lebih dari satu.

Lalu siapakah kepala daerah dimaksud? Beberapa nama yang sudah beredar di bursa kandidat menteri dan ramai diberitakan media saat ini di antaranya Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Tri Risma Harini (Walikota Surabaya), Sultan Khairul Saleh (Bupati Banjar), dan Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).

Pada kesempatan berbeda, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Puan Maharani kepada wartawan menyebut kepala daerah yang masuk dalam nominasi menteri dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla harus yang sudah dua kali menjabat dan memiliki prestasi. “Sudah dua kali maju dan memiliki prestasi dan kapabilitas yang baik, maka ini akan menjadi pertimbangan akan datang. Tapi siapa saja namanya, akan dijawab Pak Jokowi,” ujar Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).

Dari nama-nama kepala daerah yang beredar saat ini, nama Bupati Banjar Sultan Khairul Saleh termasuk paling dijagokan. Ia disebut layak menduduki posisi Menteri Pekerjaan Umum (PU). Bukan saja berprestasi sebagai bupati dua periode, Khairul juga merupakan insinyur teknik sipil yang rekam jejaknya berpengalaman di bidang pembangunan infrastruktur.

Khairul yang juga merupakan Sultan di Kesultanan Banjar ini memulai karier birokratnya sebagai pegawai Dinas PU, dan hingga saat ini bahkan masih tercatat sebagai PNS Kementerian PU. Selama dua periode menjadi bupati di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (2005-2010 dan 2010-sekarang), Khairul telah mencatat berbagai prestasi membanggakan.

BACA JUGA:   Strategi Penanganan Muara pada Aliran Sungai Terdampak Bencana di Sumatera

Sederetan penghargaan diraih Kabupaten Banjar yang dipimpin Khairul Saleh. Di antaranya, meraih Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI (2010), dan prestasi sebagai daerah terbaik di bidang  perizinan dan penanaman modal berupa anugerah Investment Award (2011, 2012, 2013, 2014) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan E- Procurement (E-Proc) 2013. Penghargaan sebagai Daerah Terbaik di Bidang Jasa Konstruksi berturut-turut pada 2012 dan 2013. Tercatat pula, Kabupaten Banjar merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yang berhasil meraih supremasi tertinggi  di bidang pekerjaan umum.

Banjar juga meraih penghargaan sebagai Daerah Terbaik I Nasional Bidang Perikanan pada 2014. Di samping itu, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarmasin ini dinobatkan sebagai Kepala Daerah Terbaik Nasional Peduli Lingkungan 2014. Dalam 3 tahun terakhir, Kabupaten yang dipimpinnya meraih penghargaan dua kali Adipura. Terakhir, Khairul yang menang mutlak (81%) pada periode kedua menjadi bupati ini, berhasil membawa Kabupaten Banjar memperoleh Adipura Kencana 2014.

Di tempat terpisah, tokoh banua Kalimantan Selatan H Pangeran Rusdi Effendi AR menyatakan, Sultan Banjar Khairul Saleh memiliki rekam jejak, kemampuan dan prestasi yang menonjol sebagai putera terbaik Kalimantan. Poin plus dia merupakan Sultan Banjar yang juga Ketua Kerapatan Raja Sultan Se-Borneo.  “Sejarah Indonesia mencatat bagaimana dulu Pangeran Muhammad Noor yang merupakan kerabat dari kesultanan Banjar menjadi Menteri PU pertama, pada era Presiden Soekarno.

Nah, saatnya sekarang bangsawan Banjar modern memegang peran besar di tingkat nasional, dan Sultan Banjar mampu untuk itu,” tegas Rusdi yang juga Dewan Mahkota Kesultanan Banjar ini.
“Sejak dulu Kesultanan Banjar berperan sangat penting bagi pembangunan Indonesia, termasuk Pangeran Muhammad Noor yang saat itu menjadi Menteri PU dan sukses. Saya kira wajar bila sekarang Sultan Banjar di era modern juga ikut mewarnai Indonesia,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Kemenperin Fokus Kembangkan SDM Industri

Sementara Sultan Banjar Khairul Saleh yang dikonfirmasi mengenai kabar ini mengelak berkomentar. Pria ramah yang akan mengakhiri jabatan sebagai Bupati Banjar pada Agustus 2015 ini mengatakan, soal pencalonan menteri merupakan hak prerogatif presiden, sehingga semua pihak harus menghormati proses yang tengah berlangsung saat ini.  “Kita hormati prosesnya,” katanya singkat. (*)

Tags: Bupati Banjar
Previous Post

20-an Perusahaan Raih Indonesia Excellence Awards

Next Post

Bos BCA Klaim Bunga Depositonya Terendah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR