Jakarta,TopBusiness—Pertamina melalui anak usahanya yakni Pertamina Geothermal Energi (PGE) akan mengucurkan investasi USD 2,68 miliar untuk pengembangan energi panas bumi. Investasi melalui rencana jangka panjang 2021 sampai dengan 2026 itu untuk pengembangan wilayah kerja yang ada.
Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H. Samsu, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa pihaknya memaksimalkan penggunaan energi bersih melalui pengembangan panas bumi, untuk memenuhi kebutuhan serta keberlangsungan pasokan energi nasional.
“Indonesia memiliki 40% dari potensi panas bumi di dunia atau setara 29 ribu mw. Namun, saat ini baru sekitar 6% dari potensinya di Indonesia yang telah digarap,” kata dia.
PGE selain mengembangkan wilayah kerja lama, juga akan menggarap dua wilayah kerja baru. Sehingga kapasitas terpasang own operation PLTP akan melesat hampir dua kali lipat dari 672 mw menjadi 1.112 mw. Dengan demikian PGE optimis dapat meningkatkan cadangan menjadi 2.175 mw dan produksi listrik menjadi 7.455 gwh.
“Sebagai BUMN, Pertamina memiliki peran strategis untuk keberlangsungan pasokan energi nasional. Salah satunya dengan terus berupaya menjamin ketersediaan energi baik dari sumber minyak dan gas bumi, maupun pengembangan sumber energi baru terbarukan,” katanya.
(Adhito)
