TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dunia Masuki Era Baru IOT Tahun 2015

Nurdian Akhmad
9 October 2014 | 08:33
rubrik: BUMN

photo-oke-300x224Jakarta, businessnews.id –  Dunia Teknologi Informasi (TI)  akan memasuki era baru yakni IOT (Internet of Things) yang akan memicu penggunaan  data yang  besar pada Tahun 2015 mendatang. Pemicunya,  makin banyaknya kamera sekuriti, webcam, peralatan surveillance, wearable gadget. Produk-produk itu memiliki IP dan terhubung ke internet secara independent.

Tak hanya itu, jumlah gadget juga akan bertambah tumbuh sangat cepat dan tahun depan 2015 diperkirakan jumlahnya  dua kali jumlah penduduk dunia, sebelumnya Indonesia mengalami ledakan pertama volume Big Data adalah saat  PC lahir (1990). Indonesia Indonesia memiliki 30 juta PC user (APW/Apkomindo 2013).

Demikian dikatakan  Rudi Rusdiah, CEO Micronics Internusa dalam seminar The Next Big Things. Are You Ready di Jakarta, Rabu (8/10/2014). Seminar diadakan Micronics Internusa sebagai Dell Premier partner yang mendistribusikan Enterprise End to End Solution dari Dell. Bersama Dell Indonesia dan Dell Asia Pacifi seminar menyosialisaikan pemanfaatan TI pada era Big Data.

Ia menyebutkan, Ledakan Big Data terjadi pada era lahirnya PC Network dan dipicu oleh lahirnya internet sebagai the Network of Network, dimana value (nilai tambah) dikawal oleh teori Metcalfe Law meningkat secara significant dan exponensial dengan semakin banyaknya PC terjaring kedalam Cyberspace. Populasi pengguna Internet di Indonesia lebih dari 70 juta dan lebih dari 2,8 Miliar di dunia dari penduduk dunia 7,18 miliar.

Ledakan ketiga terjadi dengan adanya era OTT (Over the Top) oleh providor aplikasi OTT seperti Facebook (51 juta), Twitter (28 juta), Instagram (16,5 juta), Youtube (7,1 juta), Yahoo, Gmail dan sebagainya. Hal ini menyebabkan meledaknya data unstruktur dan sifatnya kualitatif seperti suara, foto, film dan multi media lainnya di Internet bersama struktur data seperti text dan numerik yang ada di File Server.

BACA JUGA:   Wika Gedung Setor Rp 637 Juta ke Perusahaan Segrup

Rudi mengatakan, perubahaan big data ini menuntut siapapun yang bekerja  di bidang ini mampu  meningkatkan competitiveness dalam penguasaaan Teknologi Informasi,  Knowledge ekonomi dengan memanfaatkan teknologi Big Data, Cloud Computing, OTT Mobile Networking.

PT Micronics Internusa (MI), merupakan perusahaan yang menjadi anggota  Mastel yang  menyediakan produk portfolio Enterprise Solutions ini sangat lengkap dari Data Server (PowerEdge untuk processing DataBase). Kemudian  Data Storage (Equallogic dan Compellent Penyimpanan Data hingga puluhan Tera), Data Protections ( PowerFault teknologi DataBackup), Data Security ( Sonic Wall NG-Firewall) dan Mobile Computing/Workstations (Data Access dan Data Entry) untuk kebutuhan customer Micronics di Tanah Air. (red/zis)

Tags: Micronics
Previous Post

Nilai Kapitalisasi Pasar Telkom Telah Rp 302 Triliun

Next Post

Berjaminan Tagihan Kredit, Obligasi Bank Sulut Diterbitkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR