Jakarta, TopBusiness – Pemerintah dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), beserta perusahaan pengelola dan operator jalan tol saat ini sedang mengkaji ulang design rest area akan dirubah secara menyeluruh.
Tentu dengan padatnya penguna jalan tol mulai dari kendaraan pribadi serta bus dan truk-truk dengan tonase kecil, sedang dan besar memerlukan tempat peristirahatan sementara untuk melakukan refreshing, makan serta melakukan pelenturan saraf-saraf untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Bagi operator sangat mendukung jika design Rest Area akan dilakukan perubahan secara menyeluruh. Karena kebutuhan saat ini hanya dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan sementara saja. Sementara dalam pengembangannya diharapkan faktor pelayanan (services) akan menjadi kebutuhan bagi penguna jalan tol pula.
Seperti dikatakan salah satu operator jalan tol, Astra Infra, saat ini perusahaan operator tol yang mengelola enam jalan tol seperti Tol Kunciran – Serpong sepanjang (11,1 km), Tol Tangerang-Merak sepanjang (72,4 km), Tol Cikopo Palimanan sepanjang (116,8 km), Tol Semarang-Solo sepanjang (72,6 km), Jombang-Mojokerto sepanjang (40,5 km), dan Tol Surabaya-Mojokerto sepanjang (36,3 km).
Astra Infra, sebagai perusahaan operator jalan tol ini telah pula mempersiapkan rencana bisnis jika grand design Rest Area telah disetujui oleh Pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ditegaskan CEO Tol Road Business Group, Astra Infra, Kris Ade Sudiyono kepada Top Business pada saat peresmian pengoperasian Tol Sepong–Kunciran, Jumat (6/12), Astra Infra telah mempersiapkan konsep jika pemerintah telah memberlakukan perubahannya.
“Astra Infra telah memIliki konsep dalam pengembangan Rest Area dimana konsep pengembangan kita sesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan ke kinian tentunya. Kita akan bangun tersebut sesuai letak Rest Area tematik aksen budaya lokal setempat harus bisa mewakili lokasi rest area tersebut, bisa nantinya ada pangung seni dan budaya lokal untuk para pengunjung bisa menikmati budaya lokal tersebut”, tegas Kris.
Lanjut Kris, Astra Infra akan memberikan pembinaan secara totalitas baik dari segi permodalan, literasi keuangan, managemen kepada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) pada seluruh sektor, baik itu makanan, cemilan dan oleh-oleh. “Kami akan berikan ruang pamer di rest area ini. Lantas UMKM tersebut kita bina secara terus menerus agar mereka bisa berkembang dan maju naik kelas menjadi pengusaha menengah”, ucap Kris.
“Pembinaan kepada UMKM ini kami kucurkan dari angaran dan belanja perusahaan, bukan dari pos belanjaCorporate Sosial Responsibility ( CSR) . Harapan kami dengan dibangunnya Rest Area dengan design baru nanti sebagian besar para pelaku usaha nanti, seluruhnya UMKM lokal wilayah setempat, di mana lokasi jalan tol tersebut berada. Tentunya kami akan bekerja sama pula dengan pihak Pemerintah Daerah setempat, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) serta Dinas Kementerian Koperasi dan MKM dan juga Dinas Perindustrian”, ungkap Kris.
Albarsyah
