Jakarta, TopBusiness – Sentimen negatif pelaku pasar komoditas emas hitam datang dari laporan soal ekspor barang dan jasa yang menurun sepanjang empat bulan terakhir. Sehingga, memicu penurunan pertumbuhan ekonomi sekaligus permintaan minyak. Dampaknya, harga minyak mentah terkoreksi.
Data bea cukai memperlihatkan ekspor China pada November turun 1,1 persen dari setahun sebelumnya. Itu terjadi sebagai akibat konflik dagang Beijing dan Washington DC.
Selain, produsen minyak seperti OPEC plus sepakat untuk melakukan pengurangan produksi. Kendati begitu, produksi minyak Amerika meningkat bahkan ketika jumlah rig pengeboran turun, yang mencerminkan ekstraksi sumur yang lebih efisien.
Di London ICE Futures Exchange, jenis minyak brent negatif USD 33 sen atau setara dengan 0,5 persen ke posisi USD 64,06 per barel. Sementara, west texas intermediate di New York Mercantile Exchange kehilangan USD 37 sen (0,6 persen) menjadi USD 58,85.
Penulis: Agus H
