TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

TKDN Hulu Migas Capai USD 2,27 Miliar

Agus Haryanto
11 December 2019 | 10:12
rubrik: Ekonomi
TKDN Hulu Migas Capai USD 2,27 Miliar

Jakarta, TopBusiness – Industri migas mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Dalam hal ini, migas telah memainkan perannya tidak sebatas sebagai sumber energi dan sumber penerimaan negara, tetapi berkembang sebagai modal pembangunan nasional.

Migas telah menjadi penggerak ekonomi dan menciptakan multiplier effect ke berbagai sektor, antara lain,  sumber bahan baku industri pengolahan, menggerakkan sektor industri penunjang migas, menciptakan lapangan kerja serta mendorong terjadinya investasi dan alih teknologi ke dalam negeri.

Besarnya nilai pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas, menjadi kesempatan untuk mampu membangun dan meningkatkan kapasitas industri.  Hingga triwulan III/2019, menurut catatan SKK Migas telah dilaksanakan pengadaan barang dan jasa sebesar USD 4,31 miliar atau setara dengan Rp 60,8 triliun (asumsi kurs rupiah 1 USD = Rp 14.100) yang terdiri atas pengadaan barang sebesar USD 844 juta dan jasa USD 3,47 miliar.

Nilai komitmen TKDN gabungan barang dan jasa mencapai 59% atau sebesar USD 2,27 miliar atau setara Rp 32 triliun akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kapasitas industri nasional serta mendukung upaya pemerintah untuk menekan defisit neraca ekspor-impor Indonesia.

Ditegaskan Kepala Divisi Humas SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher dalam siaran persnya, capaian komitmen TKDN gabungan barang dan jasa Hulu migas melebihi dari target yang telah ditetapkan dalam  Peraturan Menteri ESDM No. 15/2013 sebesar 55% di tahun 2019.

“Apa yang telah dilakukan oleh SKK Migas dengan terus mendorong meningkatnya peran industri nasional dalam pelaksanaan proyek hulu migas dan berperannya hulu migas dalam menggerakan perekonomian nasional sejalan dengan arahan Presiden untuk terus meningkatkan lokal konten dan berperannya industri nasional”, tegas Wisnu.

BACA JUGA:   Kredit Tumbuh, Uang Beredar Naik ke Rp8.000-an Triliun

Sejalan dengan naiknya realisasi investasi di tahun 2019 dibandingkan 2018 yang per triwulan III/2019 telah mencapai USD 8,4 miliar atau naik 11% dibandingkan periode yang sama 2017, maka dengan terus meningkatnya TKDN pada industri hulu migas, maka akan semakin bertambah pula penyerapan industri penunjang migas pada proyek hulu migas yang pada akhirnya dapat menjadi salah satu faktor penguat daya tarik investasi di industri penunjang migas.

Menurut Wisnu, SKK Migas terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung upaya perkuatan kapasitas industri nasional. Tidak hanya peningkatan TDKN, tetapi telah dilakukan pula dengan pembinaan dan kesempatan bagi industri nasional untuk berperan lebih besar dalam berbagai proyek di industri hulu migas.

“Pada pameran internasional ADIPEC di Abu Dhabi, SKK Migas telah memberikan kesempatan bagi industri penunjang migas nasional untuk terlibat di pameran sehingga kemampuan industri nasional dapat lebih diketahui oleh perusahaan hulu migas dunia yang hadir diacara ADIPEC tersebut. Harapannya, industri nasional tersebut memiliki kesempatan terlibat diproyek-proyek perusahaan hulu migas dunia di negara lain,” jelas Wisnu.

 

Albarsyah

Previous Post

IHSG Dibuka Lebih Tinggi 0,11 Persen

Next Post

SKK Migas Terima Apresiasi Kemenperin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR