Jakarta, TopBusiness—Indonesia diprediksi akan terus menjadi pasar terpanas logistik tingkat global. Hal ini terutama karena 60% penduduk Indonesia akan tinggal di kota pada tahun 2025.
Hal tersebut dikatakan oleh Konsutan Keilmuan Transportasi dan Logistik Frost and Sullivan, Mohamed Nadjib, di Jakarta (11/12/2019).
Diperkirakan, industri logistik Indonesia akan tumbuh dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan, sebesar 6,5%. Hal ini akan berlangsung sampai tahun 2022. “Pertumbuhan ini akan dipengaruhi oleh teknologi dan pemain baru, seiring pertumbuhan ekspektasi konsumen terhadap model bisnis inovatif dalam layanan logistik,” papar dia.
Nadjib pun menjelaskan bahwa pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) Indonesia akan terus sinambung sampai tahun 2025. Hal ini karena faktor seperti terbukanya rute perdagangan baru.
“Integrasi regional pada infrastruktur kereta api dalam mendukung pertumbuhan kargo, juga akan menaikkan keterhubungan dan keberagaman transportasi di berbagai wilayah,” kata dia.
Peningkatan kapasitas dan kualitas pada proses penanganan di darat seiring dengan integrasi model transportasi yang lebih baik, menimbulkan hal tertentu. “Yakni, peningkatan pengadopsian pada jenis logistik dan pengoptimalan sumber daya,” kata dia.
(Adhito)
