Jakarta, TopBusiness—Saat ini di Indonesia, pasar properti hunian tumbuh melambat. Menyiasati hal ini, pengembang properti harus melakukan hal penting, yakni menyesuaikan pasokan dengan permintaan pasar.
“Pengembang besar pun sebaiknya membangun hunian yang lebih murah, yang memang permintaannya besar,” ujar pengamat properti, Panangian Simanungkalit, di Jakarta akhir pekan kemarin, dalam wawancara dengan wartawan Majalah TopBusiness.
Panangian menjelaskan bahwa sejumlah pengembang besar sudah melakukan hal tersebut. Di antara mereka ada yang meluncurkan hunian seharga Rp 300-an juta. “Hal ini bisa dikatakan merupakan strategi untuk bertahan di pasar, selain untuk menyesuaikan diri dengan permintaan pasar,” kata dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa untuk saat ini, pasar hunian primer yang punya potensi permintaan terbagus, yakni yang berharga di bawah Rp 1 miliar. Dari situ, yang terbasah adalah hunian seharga Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.
“Namun, saya rasa, untuk intensif masuk ke pasar tersebut, cukup sulit bagi pengembang besar. Sebab, cost dan harga lahan yang mereka punyai, sudah terlalu tinggi,” dia berkata.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
