Jakarta, TopBusiness – Anak usaha PT Jasa Raharja (Persero) yakni PT Jasaraharja Putera menilai, penetrasi pangsa pasar polis asuransi umum akan terus tumbuh dan berkembang, seiring dengan semakin tingginya pemahaman masyarakat soal pentingnya proteksi diri dan harta benda.

Zulmahdiar, direktur utama PT Jasaraharja Putera dalam acara Harmonisasi Jasaraharja Putera Bersama Rekan Media, di Jakarta, Kamis (19/12/2019) menjelaskan dengan merujuk dari catatan kinerja asuransi umum sesuai dengan laporan dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI, telah terjadi peningkatan jumlah premi dan rasio-rasio keuangan lainnya.
Per triwulan III/2019, premi mencapai Rp 57,9 triliun, atau tumbuh 20,9 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 47,9 triliun. Kemudian, rasio klaim dibayar mengalami peningkatan menjadi 44,6 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 41,9 persen.
“Jika melihat data tersebut dapat ditarik benang merah bahwa tingginya minat warga Indonesia secara umum untuk berasuransi mulai meningkat, angka 20,9 persen yang dicatat untuk pertumbuhan premi asuransi menjadi pembuktian akan hal itu. Dan hal tersebut juga merupakan bagian dari hasil literasi yang sering kali dilakukan oleh perusahaan asuransi di Tanah Air,” jelas Zulmahdiar.
Selain, tingginya loss ratio yang meningkat sebesar 2,7 persen. “Tentu hal itu menjadi potret perhatian bagi seluruh perusahaan asuransi baik dari perlakuan dalam mengakseptasi, memaksimalkan pelayanan dan menentukan strategi pemasaran,” paparnya.
Perusahaan kini memahami karakter dan kebutuhan calon nasabah dengan mengoptimalkan proses digital dalam rangka mengembangkan pangsa pasar.
Selanjutnya, masih dikatakan Zulmahdiar, dalam memasuki era revolusi indutsri 4.0 yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal, tidak hanya sebatas proses produksi tetapi juga mencakup seluruh mata rantai proses bisnis sehingga menciptakan model bisnis baru berbasis digital.
“Dengan kondisi saat ini PT Jasaraharja Putera adaptif terhadap perubahan besar tersebut dan siap untuk bertransformasi sehingga berdampak terhadap proses bisnis yang menjadi lebih efisien, produktif dan kompetitif, sehingga dapat menciptakan values creation dengan terus melakukan inovasi digital sehingga dapat menjadi kunci sukses dalam memenangkan persaingan pada era digital disruption saat ini dan masa mendatang,” pungkasnya.
(Tim Pengembangan Bisnis)
