Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan Rabu (08/01), indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia kehilangan 53,66 poin, atau setara dengan 0,86 persen ke posisi 6.225,686. Berbagai sentimen negatif mendorong pelaku pasar untuk melepas saham-saham berkapitalisasi besar.
Pelaku pasar lebih senang membuang saham berkapital besar guna menyelamatkan nilai aset. Itu terjadi sebagai dampak sikap menunggu dan memperhatikan kelanjutan ketegangan yang semakin tinggi antara Amerika dan Iran.
Indeks komposit Jakarta minus tak sendirian. Sejumlah bursa utama kawasan Asia terlihat melemah. Sebut saja, Bursa Saham Filipina melalui Indeks Bursa Saham Filipina (PSE) anjlok 104,46 poin menjadi 7.736,24, kemudian nikkei-225 370 poin menjadi 23.204, dan hang seng di Bursa Saham Hong Kong 234 poin menjadi 28.087.
Beberapa saham mengalami kehilangan harga, seperti, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 300 per unit ke posisi Rp 33.400, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 100 ke posisi Rp 7.500, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 40 ke posisi Rp 3.900.
Fotographer: Rendy MR
