Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Senin (20/01) di Bursa Efek Indonesia kehilangan 46,61 poin, atau setara dengan 0,74 persen ke level 6.245,043. Penyebabnya, aksi ambil untung atau profit taking pelaku pasar terhadap sejumlah saham unggulan.
Pelaku pasar melakukan aksi ambil untung, pasca-indeks menguat dalam beberapa hari kemarin. Beberapa saham berkapitalisasi besar dilepaskan.
Indeks komposit Jakarta tak mampu bertahan di area positif. Pasca-pembukaan perdagangan di zona hijau, IHSG terpantau berbalik arah menjadi negatif 3,94 poin (0,06 persen) ke level 6.287,72, dan jelang penutupan sesi pagi 20,88 poin (0,33 persen) ke level 6.270,77 dan menjadi 6.261,86 poin, atau 29,80 poin (0,47 persen) pada akhir perdagangan. Selepas rehat, atau awal perdagangan sesi sore masih minus sebanyak 33,16 poin (0,53 persen) level 6.258,5 dan jelang penutupan perdagangan hari ini anjlok 44,17 poin (0,70 persen) ke level 6.247,49.
Volume transaksi mencapai 7.924.198.900 unit saham dan frekuensi 460.210 kali senilai Rp 6,600 triliun. Saham-saham mengalami penurunan harga, diantaranya, PT Antam Tbk (ANTM) Rp 45 menjadi Rp 795, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 200 menjadi Rp 34.175, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 75 menjadi Rp 8.325.
Fotographer: Rendy MR
