Jakata, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi mulai mengalami pelemahan. Hal ini seiring pasar yang mulai jenuh beli dan rally rupiah yang terjadi dalam beberapa hari ini mulai gontai.
Mengutip Bloomberg di sesi pagi ini, rupiah dibuka di level Rp13.644 per USD atau melemah 0,04% sama dengan 5 poin dari penutupan kemarin di angka Rp13.639 per USD. Dalam dua jam pertama tampak mata uang NKRI itu juga masih dalam zona merah ke tangga Rp13.664 per USD atau anjlok 25 poin alias 0,18%.
Menurut analis pasar uang PT Monex Investindo Futures, Faisyal pada perdagangan hari ini rupiah berpotensi berbalik melemah pada perdagangan Selasa (21/1/2020) ini. Meski secara teknikal posisi rupiah masih berada di area hijau.
“Secara teknikal, rupiah berpotensi rebound. Di Selasa ini juga tidak ada data ekonomi dalam negeri yang dirilis, dan tidak ada event besar di sentimen eksternal,” tandas dia di Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Akan tetapi, kata dia, ada beberapa focus pasar yang merupakan sentiment dari luar negeri yang bisa memicu rupiah memerah. Seperti untuk perdagangan pekan ini, disebutkannya, masih akan tertuju kepada perkembangan konflik perang saudara di Libya yang mendorong naik harga minyak, sehingga menjadi katalis negatif rupiah.
Selain itu, penguatan USD juga lantaran didukung oleh data ekonomi AS terbaru yang berhasil dirilis lebih baik dari perkiraan pasar. Juga terkait penjualan ritel AS yang meningkat dan indeks aktivitas manufaktur AS melambung ke level tertinggi dalam 8 bulan terakhir.
Dengan kondisi tersebut, laju mata uang Garuda itu berpotensi bergerak di rentang Rp13.620 per USD hingga Rp13.660 per USD.
Foto: Istimewa
