TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Naik 49,74%, Listing Saham DMDN Kena ARA

Busthomi
22 January 2020 | 13:44
rubrik: Ekonomi
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMDN) secara resmi melakukan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu (22/1/2020) ini. Namun begitu, saham perseroan langsung terkena auto reject atas (ARA).

Hal ini dikarenakan saham perseroan naik 49,74% ke level Rp1.370 per saham dari harga perdananya di angka Rp915 per saham. Saham tersebut ditransaksikan sebanyak enam kali dengan volume 230 lot dan menghasilkan nilai transaksi sebanyak Rp31,51 juta.

Emiten yang bergerak di sektor makanan dan minuman itu menjadi tamu bursa ke-7 di tahun 2020 ini melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dan saham DMND ini dikategorikan sebagai saham Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Melalui proses IPO ini, menurut Chen Tsen Nan, Direktur Utama perseroan,

DFI akan menerbitkan saham baru sebanyak 1,15 miliar saham termasuk saham yang diterbitkan dalam rangka pelaksanaan Convertible Bond. Sehingga dana segar yang diperoleh perseroan adalah Rp1,14 triliun.

Dan bersamaan dalam IPO ini, DFI juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA) sebanyak-banyaknya 7.310.000 saham.

“Dari dana IPO tersebut sekitar 20% akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional DFI dan sekitar 80% buat penyetoran modal kepada salah satu perusahaan anak DFI yaitu PT Sukanda Djaya untuk modal kerja pembelian persediaan,” ujar dia di gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Hal ini mengingat kontribusi PT Sukanda Djaya untuk periode 7 bulan yang berakhir pada 31 Juli 2019 itu memberikan kontribusi sebesar 77,1% dari pendapatan konsolidasian Grup Diamond sendiri.

Dari sisi kinerja perseroan, diklaim dia, terus meningkat. Terlihat untuk penjualan produk bermerek naik 8,1% dari Rp4,21 triliun pada 2016 menjadi Rp4,55 triliun di 2017. Kembali meningkat 18,3% menjadi Rp5,38 triliun pada 2018.

BACA JUGA:   Ini Sejumlah ‘PR’ Menteri Ekonomi  versi Kadin

Sementara hingga 31 Juli 2019 lalu jika dilihat secara year on year (yoy) juga naik 11,7% menjadi Rp3,41 triliun dari periode yang sama di tahun 2018 yang sebesar Rp3,04 triliun.

“Dengan catatan pertumbuhan yang sangat baik dalam Grup Diamond, Go-Public yang dilakukan DFI merupakan salah satu milestone dan membuka babak baru bagi DFI dalam sebuah lomba marathon,” terang dia.

Saat ini jaringan distribusi cold chain Grup Diamond telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan 21 titik distribusi yang dioperasikan sendiri. Juga didukung lebih dari 900 armada pengiriman yang secara andal memasok produk ke 34 provinsi di Indonesia.

Philip Chen, Direktur DMND menambahkan, pertumbuhan demografi dan peningkatan daya beli masyarakat Indonesia juga akan sangat berdampak positif terhadap kemajuan bisnis perusahaan.

“Ini karena didukung oleh kemampuan perusahaan dalam pendistribusian produk ke seluruh wilayah Indonesia dan portofolio produk yang beragam,” imbuhnya.

Tags: Auto Reject sahamDMDNPT Diamond Food Indonesia Tbk
Previous Post

Ini Jajaran Direksi dan Komisaris Baru Garuda

Next Post

Stabilitas Sistem Keuangan Terkendali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR