Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan Kamis (23/01) di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG bertambah 15,76 poin, atau setara dengan 0,25 persen ke posisi 6.249,21. Penyebabnya, investor memanfaatkan harga saham murah dan terjadi pembalikan arah secara teknikal alias techincal rebound.
Investor mengumpulkan saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamen baik namun berharga murah. Sambil, tetap mengikuti sentimen positif dari Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan 5% dan sesuai ekspektasi.
Di pasar reguler, perdagangan berlangsung normal dengan transaksi mencapai 8.907.318.091 unit saham dan frekuensi 399.210 kali senilai Rp 6,358 triliun. Beberapa saham mengalami peningkatan harga, seperti, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 50 ke level Rp 7.050, diikuti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Rp 75 menjadi Rp 13.050 dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 20 menjadi Rp 3.880.
Sejumlah bursa regional cenderung tertekan, semisal, nikkei-125 di Bursa Efek Tokyo negatif 235,9 poin (0,98 persen) ke level 23.795,4, straits times di bursa saham Singapura 18,95 poin (0,58 persen) ke level 3.234,98, dan hang seng di Bursa Saham Hong Kong 431,9 poin (1,52 persen) ke 27.909,1.
Fotographer: Rendy MR
