TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wah, Bisnis di Indonesia Merosot 7 Bulan di 2014

Nurdian Akhmad
17 November 2014 | 10:59
rubrik: Ekonomi
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Achmad Adhito/BusinessNews Indonesia)
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Achmad Adhito/BusinessNews Indonesia)

Jakarta, businessnews.id — Untuk tahun 2014, iklim bisnis Indonesia bisa dikatakan merosot selama tujuh bulan terkait tahun politik yang dengan adanya Pemilihan Umum Legislatif ataupun Pemilihan Presiden. Di situ, pebisnis banyak yang bersikap wait and see saat pemilihan tersebut.

Senior General Manager Podomoro City (Agung Podomoro Land), Alvin Andronicus, mengatakan hal tersebut dalam satu seminar di Panangian School of Property,Jakarta, akhir pekan kemarin (15/11/2014).

Alvin mengatakan, April 2014, Pemilihan Umum Legislatif berlangsung. Kemudian, Pemilihan Umum Presiden berlangsung di Agustus 2014. “Di antara dua peristiwa itu, Piala Dunia 2014 berlangsung. Ini menambah proses wait and see dunia bisnis,” dia berkata.

Saat menunggu, pebisnis mencermati bakal kisruh atau tidaknya dua pemilihan tersebut. “Tapi saya sendiri, saat itu tidak kuatir. Sebab, berpikir bahwa partai politik yang beraliran keras sekalipun, pasti jaim di Pemilihan Umum. Mereka pasti menjaga tegangan politik.”

Walaupun lost selama tujuh bulan itu ada, secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa perekonomian Indonesia stabil di tahun 2014. Dengan demikian, investasi tetap tumbuh.

Di Jerman, saat ini pertumbuhan ekonomi hanya 0,25% dengan deposito perbankan di kisaran 0%. “Maka, perusahaan asing masih banyak yang melirik ke Indonesia,” kata Alvin.

Untuk pasar properti, permintaan dari pasar masih akan berlanjut. Angka kekurangan pasokan rumah sebanyak 15 juta unit menjadi penanda bahwa permintaan masih besar.

“Adanya Masyarakat Ekonomi Asean 2015,” Alvin berkata lagi, “meramaikan pasar properti. Sebabnya, warga negara asing yang butuh hunian ataupun ruang kantor, pasti semakin banyak.”

Penulis/Peliput: Achmad Adhito

Editor: Achmad Adhito

 

BACA JUGA:   Harga Minyak Naik Sedikit
Tags: alvin andronicuspodomoro city
Previous Post

KSEI dan 2 Bank Jalin Kerja Sama Akses

Next Post

Pengusaha Kecewa BI Rate Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR