Jakarta, TopBusiness – Pada pembukaan perdagangan Selasa (28/01), indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia lebih rendah 22,99 poin, atau setara dengan 0,37 persen ke level 6.110,22. Mayoritas pelaku pasar mengkhawatirkan kondisi virus corona yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.
Sebagian bursa saham utama dunia mengalami tekanan. Pelaku pasar saham, termasuk Indonesia, lebih memilih untuk melepas saham-saham yang dimiliki sambil menunggu berita seputar virus yang mematikan bernama corona di China.
Indeks dow jones industrial average di Wall Street, New York hingga penutupan perdagangan kemarin, terjerembat 453,93 poin (1,57 persen) menjadi 28.535,80, dan nasdaq 175,60 poin (1,89 persen) menjadi 9.139,31.
Sentimen negatif Wall Street pada gilirannya menjalar terhadap bursa kawasan Asia dan Australia. Seperti, Kospi di bursa saham Seoul melemah 47,43 poin (2,56 persen) ke posisi 2.188,70, diikuti nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo 213,31 poin (0,91 persen) ke posisi 23.130,20. Dan ASX 200 111,80 poin (1,58 persen) ke posisi 6.978,70.
Fotographer: Rendy MR
