Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Kamis (30/01) ini, kehilangan 55,45 poin, atau setara dengan 0,91 persen ke posisi 6.057,596. Investor domestik mengikuti pola pergerakan bursa kawasan Asia yang mayoritas tertekan.
Investor mencermati sebagian besar bursa saham Asia yang mengalami tekanan rata-rata 1 persen lebih. Misalnya, indeks komposit di Philipine Stocks Exchange terkoreksi 0,93 persen ke posisi 7.392,68, diikuti Kospi di Bursa saham Seoul berakhir 1,71 persen menjadi 2.148,00, dan nikkei-225 turun 1,72 persen di Bursa Efek Tokyo menjadi 22.977,75, serta indeks hang seng di Bursa saham Hong Kong 2,62 persen ke posisi 26.449,13.
Mayoritas investor memikirkan tentang efek negatif terhadap pertumbuhan ekonomi China. Pasalnya, jumlah kematian akibat wabah corona meningkat dari sebelumnya 38 menjadi 170 jiwa dan jumlah pasien yang terinfeksi meningkat dari 1.700 menjadi 7.711 jiwa.
Perdagangan berlangsung sepi sebab hanya mencapai nilai transaksi harian Rp 5,636 triliun, dan volume 6.161.402.196 unit saham. Sejumlah saham mengalami kehilangan harga di Bursa Efek Indonesia, diantaranya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 150 ke posisi 7.650 per unit saham, diikuti PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 70 ke posisi 2.940, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 40 ke posisi Rp 3.860.
Fotographer: Rendy MR
