Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) masih menunjukkan kinerja positif sepanjang 2019. Tercatat, perseroan mampu mencatatkan laba bersih sampai Rp1,38 triliun.
Hal ini karena ditopang oleh pertumbuhan kredit yang masih bertumbuh mencapai 13,16% menjadi Rp38,35 triliun. Dengan raihan laba ini berarti terkerek 9,22% (year-on-year). Di saat yang sama, aset perseroan juga naik 22,37% menjadi Rp76,72 triliun.
Menurut Direktur Keuangan BJTM, Ferdian Timur S pertumbuhan kredit BJTM di 2019 yang tertinggi sejak beberapa tahun terakhir. Apalagi juga dibarengi dengan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) per akhir 2019 menjadi 2,77%.
“Pertumbuhan kredit kami di 2029 sebesar 13,16% menjadi Rp38,35 triliun (yoy). Selain itu LDR (loan to deposit ratio) Bank Jatim juga sebesar 63,34 persen,” ucap Ferdian di Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Di samping kredit yang bertumbuh, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga melambung 18,91% menjadi Rp60,55 triliun. “Pertumbuhan DPK yang signifikan itu menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat,” teganya.
Di tempat yang sama, Direktur BJTM, Busrul Iman mengatakan, hingga akhir Desember 2019 tingkat LDR perseroan masih rendah di level 63,34% dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar 66,57%. “LDR kami yang rendah itu ditopang oleh peningkatan funding yang cukup tinggi,” kata Busrul.
Dia mengatakan, peningkatan DPK yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit disebabkan oleh fokus BJTM pada penurunan NPL. “Dengan NPL yang relatif bagus tersebut, maka tahun ini kredit akan didorong tumbuh sekitar 14,5 persen,” ujarnya.
