TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inflasi IHK Januari Terkendali

Agus Haryanto
4 February 2020 | 09:47
rubrik: Ekonomi
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2020 tetap rendah dan terkendali.

Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif-Departemen Komunikasi BI, dalam laman bi.go.id, di Jakarta, mengatakan inflasi IHK pada Januari 2020 tercatat sebesar 0,39% (mtm), dipengaruhi oleh kelompok inflasi inti yang tetap terkendali dan kelompok administered yang mencatat deflasi, meskipun inflasi volatile food mengalami peningkatan.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara tahunan tercatat 2,68% (yoy), menurun dari inflasi Desember 2019 sebesar 2,72% (yoy). “Ke depan, BI akan terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi 2020 tetap rendah dan stabil dalam sasarannya sebesar 3,0%±1%,” ungkapnya.

Inflasi inti tetap terkendali sehingga mendukung terjaganya inflasi. Inflasi inti tercatat sebesar 0,19% (mtm) dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga komoditas emas global, serta kenaikan tarif kontrak rumah, upah tukang bukan mandor, dan mobil sesuai pola musiman pada awal tahun. Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 2,88% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,02% (yoy). Inflasi inti yang tetap terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

Kelompok administered prices yang mencatat deflasi juga mendukung terjaganya inflasi. Kelompok administered prices mengalami deflasi sebesar 0,28% (mtm), menurun dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi sebesar 0,63% (mtm). Deflasi kelompok ini terutama didorong oleh kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) dan normalisasi tarif berbagai angkutan pasca libur akhir tahun, meskipun aneka rokok mencatat inflasi sebagai dampak kenaikan cukai tembakau. Secara tahunan, komponen administered prices mencatat inflasi sebesar 0,64% (yoy), meningkat dari 0,51% (yoy).pada bulan sebelumnya.

BACA JUGA:   BNI Life Berikan Asuransi Rp 1,2 M di Turnamen Tenis

Inflasi volatile food meningkat akibat kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 1,93% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,86% (mtm). Peningkatan tersebut, antara lain, disebabkan dampak banjir di sebagian daerah sehingga mempengaruhi produksi dan distribusi beberapa komoditas volatile food.

Beberapa komoditas volatile food yang mencatat kenaikan harga antara lain aneka cabai, ikan segar, minyak goreng, beras, aneka bawang, kentang, dan tomat. Sementara itu, komoditas lainnya seperti daging ayam ras dan telur ayam ras mencatat deflasi. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 4,13% (yoy), melambat dari 4,30% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Fotographer: Rendy MR

Previous Post

IHSG Terkena Technical Rebound

Next Post

Kementerian ESDM akan Buka Data Hulu Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR