Jakarta, TopBusiness – PT Bank BPD Bali menekankan akan betapa arti pentingnya peran perusahaan dalam kepedulian sosial atau CSR, namun tak meninggalkan peluang bisnis. Azas resiprokal menjadi pegangan Bank BPD Bali.
“Intinya, ketika kami membuat rencana bisnis program CSR masuk dalam 2 hal, program sosial dan gabung dengan bisnis. Kalau sosial murni bisnis kami keteteran. Sehingga harus digabung dengan sosial masyarakat,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, dalam agenda penjurian sesi presentasi TOP CSR Awards 2020 versi Majalah TopBusiness, di Mercantile Athletic Club-Jakarta, Kamis (06/02).
Lantas dirinya pun mencontohkan, bagaimana pihaknya bisa menciptakan peluang dan inovasi bisnis di tengah-tengah penerapan program corporate social responsibility alias CSR. “Misalnya untuk pembuatan kemasan oleh-oleh, di situ kita buat komunitas untuk dodol. Kita bantu dia dalam cara kemasan, kita masuk ke sana melalui KUR juga. Ini salah satu azas resiprokal,” ujarnya.
Kembali dia menekankan bahwa antara program CSR dan bisnis tak bisa berjalan sendiri. “CSR jalan dan bisnis jalan. Itu mungkin yang kita lakukan. Kita tidak ingin di masyarakat itu tergangu dengan stigma yang namanya hibah,” tuturnya.
Upaya yang dilakukan oleh perseroan ini tak terlepas dari visi dan misi, selanjutnya diseleraskan dengan arah kebijakan pemerintah provinsi dengan dasar aturan-aturan yang berlaku.
Menurutnya, arah kebijakan Pemprov Bali didasarkan atas nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yang mewujudkan keharmonisan antara Tuhan, Manusia dan Lingkungan. “Kemudian kami juga selaraskan program-program dengan arah kebijakan Pemprov Bali, dimana salah satunya pembangunan masyarakat yang tentunya sesuai dengan akar masyarakat di Bali. Tri Hita Karana yaitu hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Tuhan, lalu hubungan manusia dengn alam. Itu kita implementasikan dalam rencana aksi keuangan keberlanjutan, visi dan misi kami dan juga dalam setiap kegiatan kami,” ungkapnya.
Hingga akhir tahun 2019, Bank BPD Bali realisasi alokasi pendanaan CSR naik menjadi Rp 10,732 miliar, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7,069 miliar.
Dia menambahkan, program CSR yang paling membanggakan adalah bedah rumah. “Karena saat memberikan kunci, yang memiliki rumah menangis. Ini sangat menyentuh hati,” pungkasnya.
Fotographer: Rendy MR
