Jakarta, TopBusiness—Program CSR yang digelar PT Dan Liris (Sukoharjo, Jawa Tengah) dampaknya dirasakan oleh masyarakat sekitar pabrik. Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan survei yang diadakan oleh produsen tersebut.
“Di samping itu, pabrik kami dengan 9.000-an karyawan, melahirkan dampak berupa tumbuhnya usaha oleh masyarakat. Seperti bisnis indekos, kantin, dan lain-lain,” kata Department Secretary, PR, Health and Safety, Social Compliance Head Dan Liris, Dian Koernia Rachmawati, di Jakarta (10/2/2020).
Dalam presentasinya untuk Dewan Juri Top CSR 2020 (ajang penilaian/penghargaan yang digelar Majalah TopBusiness), Dian menjelaskan bahwa kini aktivitas CSR yang dijalankan pihaknya tidak hanya bersifat charity/donasi. “Sekarang ini, CSR oleh Dan Liris juga mencakup aspek sustainibility,” kata Dian.
Dijelaskan pula oleh Dian bahwa Dan Liris punya beberapa program CSR unggulan yang berdampak terhadap strategi bisnis. Salah satu contohnya adalah program pemanfaatan barang bekas sebagai bahan kerajinan, dan pengelolaan limbah sesuai mutu. “Dampak dari situ adalah lingkungan yang sehat-bersih. Untuk program ini, kami berjalan bersama anak perusahaan,” kata Dian.
Contoh lainnya adalah program beasiswa untuk karyawan. Aktivitas ini melahirkan dampak berupa tersedianya SDM dari internal. Hal ini penting karena mencari karyawan dengan kualifikasi memahami dengan baik pertekstilan, tidak mudah.
Komitmen manajemen puncak (top management) ke program CSR, juga baik. “Direkrur utama kami selalu memberikan dasar-dasar pelaksanaan CSR,” kata Dian.
Berdasarkan arahan itu, tim CSR akan melakukan sejumlah aktivitas. “Antara lain survei, memilih kegiatan CSR, dan lain-lain,” ucap Dian.
Keterangan Foto: Jajaran Manajemen Dan Liris, sedang Presentasi untuk Dewan Juri Top CSR 2020
Fotografer: Rendy MR/TopBusiness
