TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2019, Laba Bank Permata Rp1,5 Triliun

Busthomi
19 February 2020 | 13:23
rubrik: Finance
2019, Laba Bank Permata Rp1,5 Triliun

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengumumkan laporan kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang menunjukkan perbaikan secara signifikan, ditandai dengan pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar 66,5% menjadi Rp1,5 triliun.

Profitabilitas sampai dengan kuartal IV-2019 yang tumbuh signifikan itu ditopang pertumbuhan pendapatan usaha yang meningkat.

“Sehingga kenaikan pertumbuhan laba operasional sebelum penyisihan penurunan nilai aset tercatat sebesar 18,8% menjadi Rp3,04 triliun dikontribusi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% dan pendapatan operasional selain bunga (Fee Based Income) sebesar 24,3%,” tutur Direktur Keuangan BNLI, Lea Kusumawijaya, di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Sedangan untuk Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,4%, naik 16bps dibandingkan posisi September 2019 sebesar 4,2% atau naik 28bps dibandingkan posisi Desember 2018 sebesar 4,1%.

“Seiring dengan kualitas aset yang secara konsisten membaik, biaya pencadangan kredit menurun sebesar 32,5% menjadi sebesar Rp1,14 triliun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp1,68 triliun,” tegas dia.

Untuk biaya operasional bank sendiri terkontrol dengan baik, sehingga rasio efisiensi BOPO membaik secara signifikan menjadi 87,0% di Desember 2019 dibandingkan 93,4% pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk kualitas aset terus membaik ke level yang sehan. Hal ini, kata dia, menunjukkan keberhasilan dan komitmen manajemen yang kuat untuk terus memperbaiki kualitas aset.

“Rasio NPL gross dan NPL net di Desember 2019 terus membaik secara signifikan ke level 2,8% dan 1,3% dibandingkan Desember 2018 yang tercatat sebesar 4,4% dan 1,7% dengan NPL coverage ratio terus terjaga baik sebesar 132,8%,” jelasnya.

Perbaikan rasio NPL gross ini, lanjut dia, merupakan hasil dari restukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan dan penyelesaian kredit bermasalah (loan settlement) dan ditunjang oleh pertumbuhan kredit good-book secara signifikan. Bank akan tetap menjaga prinsip prudensi dan upaya untuk secara terus menerus memitigasi potensi kerugian kreditnya secara berhati-hati.

BACA JUGA:   BSM Bidik Pertumbuhan Pembiayan 10-12 Persen Tahun 2016

“Ini membuktikan keberhasilan PermataBank dalam meningkatkan profitabilitas yang ditopang pendapatan usaha serta kualitas aset yang terus membaik,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, kata dia, pihak perseroan menjaga kualitas aset yang sehat, kedisiplinan biaya operasional secara efisien, menjaga rasio NPL di bawah ketentuan regulator, serta untuk memberi inovasi layanan yang berkelanjutan terutama melalui digitalisasi menjadi kunci utama keberhasilan mencapai target pendapatan bank di tahun ini.

Untuk kredit sendiri, lanjutnya, perseroan tetap mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dengan membukukan pertumbuhan kredit sehat sebesar 8,5%, lebih baik dari pencapaian pertumbuhan kredit secara umum di industri perbankan, yang dilakukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas aset sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko kredit yang lebih pruden.

“Pertumbuhan kredit sehat ini terjadi terutama di segmen Wholesale Banking. Pertumbuhan kredit sehat di segmen Retail Banking terutama terjadi di produk Kredit Tanpa Agunan dan Kredit Pemilikan Rumah,” tuturnya.

Untuk kondisi likuiditas tetap terjaga optimum dengan rasio Loan-to-Deposit pada Desember 2019 sebesar 86,3% sedikit menurun dibandingkan posisi Desember 2018 namun tetap sejalan dengan upaya Bank untuk terus menjaga likuiditas tetap optimal.

PermataBank sukses meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 4,3% year-on-year, yang terutama dikontribusi oleh pertumbuhan dana giro dan tabungan masing-masing sebesar 15,5% dan 3,6%, sementara dana mahal deposito berjangka turun sebesar 0,6%.

Rasio CASA Bank berhasil dijaga di level 51%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 48%. Pencapaian tersebut merupakan strategi PermataBank dalam menjaga keseimbangan untuk memaksimalkan profitabilitas Bank dengan tetap mengelola likuiditas yang optimal didukung oleh struktur sumber pendanaan yang lebih baik.

Untuk posisi permodalan Bank terus meningkat dan terjaga kuat yang terpapar pada angka pencapaian Common Equity Tier 1 (CET-1) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) di akhir Desember 2019 sebesar 18,7% dan 19,9%, dibanding 17,6% dan 19,4% pada periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:   Asuransi Sinar Mas Gelar Literasi Keuangan dan Bagikan Asuransi Mikro Bagi Siswa dan Nelayan

“Meskipun Bank telah melakukan pelunasan obligasi subordinasi yang jatuh tempo di tahun 2019 sebesar Rp2,5 triliun dan belum melakukan penerbitan modal pelengkap untuk menggantikan obligasi subordinasi yang sudah dilunasi.

Previous Post

Pemerintah Jaga Investasi Sektor Migas

Next Post

Kemenperin Pacu Industri Elektronik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR