Jakarta, TopBusiness – Pada pembukaan perdagangan Jumat (13/3) di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan masih menunjukkan tekanan. Walau sudah mengalami jatuh terdalam pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, indeks komposit Jakarta tersebut masih negatif 198,02 poin, atau setara dengan 4,04 persen ke posisi 5.697,73.
Tampak jelas pelaku pasar terlalu khawatir soal penyebaran virus covid-19. Apalagi, sejumlah bursa saham unggulan di kota-kota besar dunia juga turut memperparah prilaku pelaku pasar domestik.
Indeks Jakarta terlihat masih mengikuti arah bursa utama dunia. Misal, nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo terpelanting sebanyak 6,79 persen ke posisi 1.259,35 poin, kemudian indeks hang seng 7,36 persen menjadi 22.519,32, dan bursa saham China melalui komposit Shanghai 4,08 persen ke level 2.804,23.
Di penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, di Wall Street-New York. Indeks dowjones industrial average terjun bebas 2.352,60 poin (9,99 persen) ke posisi 21.200,62, dan nasdaq 750,25 poin (9,43 persen) menjadi 7.201,80.
Fotographer: Rendy MR
