
Jakarta, businessnews.id — Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad menyatakan tak setuju usulan Pemerintah Indonesia meminta tambahan anggaran penyertaan modal negara (PMN) untuk 35 badan usaha milik negara (BUMN). Terlebih, dari 35 BUMN itu, 10 sudah perusahaan publik.
“Saya terkejut itu,” kata dia di Jakarta kemarin petang (23/1/2015).
Dia pun berkata, “Buat apa dia setelah menjadi perusahaan publik lalu kemudian masih minta kita injeksi duitnya?”
Kurang tepat jika perusahaan-perusahaan itu masih diinjeksi modal lagi. Sementara di sisi lain, Askrindo, Jamkrindo, dan sejumlah BUMN lain, masih perlu bantuan.
Dengan menginjeksi modal tambahan ke Askrindo dan Jamkrindo, menguatkan pengusaha kecil melalui KUR (kredit usaha rakyat) dan lain sebagainya.
Untuk dua BUMN yang bergerak di bidang penyaminan KUR, Komisi XI merencanakan menambah modal Rp 2 triliun.
“Bila mungkin, dua kali lipatnya,” kata Fadel.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi