TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Nyaris Sentuh Rp16 Ribu per USD

Busthomi
20 March 2020 | 09:21
rubrik: Finance
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahannya. Hal ini karena pasar uang masih merasa khawatir dengan imbas dari penyebaran virus corona (covid-19) ini. Bahkan pelemahan di sesi perdagangan Jumat (20/3/2020) ini yang terparah sejak krisis moneter 1998 silam.  

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka langsung memerah di tangga Rp15.950 per USD atau melemah 38 poin dari penutupan kemarin di level Rp15.912,5 per USD. Bahkan dalam 30 menit pertama terus di teritori negatif nyaris sentuh Rp16.000-an di posisi 15.962 per USD.

Menurut analis pasar uang dari Monex Investindo Futures, Faisal, pelaku pasar masih belum merespon positif dari kebijakan bank sentral Indonesia itu usai menurunkan suku bunganya. Pasar menanti Bank Indonesia memberikan stimulus lain seperti bank sentral negara.

“Pasar mungkin belum melihat tindakan dari BI itu tindakan yang riil,” tandas dia di Jakarta, Jumat (20/3/2020). “Selama ini intervensi BI masih di belakang layar. BI belum ada gebrakan darurat, sehingga pelaku pasar menantikan langkah besar BI selanjutnya apa.”

Terhempasnya rupiah ini memang sendirian. Di belahan dunia lain juga mata uangnya terkapar. Sejauh ini memang banyak dana asing lari dari negara seperti Indonesia untuk mengalihkan instrument investasi lain yang lebih aman.

“Penguatan USD ini karena pasar sedang mencari aset atau mata uang yang likuid di dunia. Makanya semua mata uang dunia juga rontok,” jelas Faisal.

Di perdagangan kemarin, nilai mata uang rupiah terus menunjukan pelemahan imbas sentimen negatif virus corona. Nilai tukar rupiah pun sempat tembus Rp16.000 per USD. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup merosot 690 poin atau 4,53% ke Rp 15.912,50 per USD.

BACA JUGA:   Ada Corona, Ini Langkah Antisipasi OJK

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat signifikan sepanjang Kamis. Bahkan, tercatat sebagai yang tertinggi setidaknya dalam 20 tahun terakhir. Terakhir kali dolar AS menyentuh level tertinggi tercatat pada krisis moneter 1998. Saat itu dolar AS sempat menyentuh level Rp16.000-an. Tepatnya di level Rp16.650 per USD.

Tags: rupiahVirus Corona
Previous Post

Rekomendasi Teknikal Saham Hari Ini

Next Post

BI: Covid Jadi Tantangan Dorong Ekonomi Domestik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR