Jakarta, TopBusiness – Sepanjang 2019 lalu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 3,84 miliar atau setara Rp54,4 triliun (kurs rata-rata tahun 2019 Rp 14.148/USD).
Pendapatan tersebut diperoleh terutama dari hasil penjualan gas sebesar US$ 2.973,9 juta, penjualan minyak dan gas sebesar US$ 374,35 juta, transmisi gas sebesar US$ 245,7 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar US$ 254,7 juta.
“Dengan kondisi itu, maka selama periode tahun lalu itu, perseroan mencatatkan laba operasi sebesar US$ 546,33 juta dan laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar US$ 67,58 juta. Dengan EBITDA perseroan tahun 2019 mencapai US$ 1,04 miliar,” tutur Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama di Jakarta, Senin (23/3/2020).
Dari sisi kinerja non keuangan, PGN berhasil mempertahankan total penyalurkan gas bumi sebesar 3.036 BBTUD. Dengan rincian, volume distribusi sebesar 990 BBTUD atau mengalami pertumbuhan 3% dibanding tahun sebelumnya (yoy).
“Pertumbuhan volume distribusi dikontribusikan oleh peningkatan konsumsi gas dari sektor kelistrikan dan sektor industri kimia . Volume transmisi gas bumi tahun 2019 tercatat sebesar 2.046 BBTUD,” teradng dia.
Rachmat menambahkan, sebagai subholding gas, selama 2019 berhasil menambah infrastruktur gas bumi sepanjang 253 km, sehingga total jaringan pipa yang telah dibangun dan dikelola perseroan mencapai 10.169 km. Hal ini mencerminkan bahwa lebih dari 98 persen jaringan pipa gas bumi di Indonesia diusahakan oleh PGN.
“Sebagai perusahaan negara, komitmen kami adalah menyebarluaskan pemanfaatan gas bumi ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam situasi ekonomi yang sangat dinamis sepanjang 2019, PGN tetap menjalankan komitmennya itu dan membuka segmen-segmen pelanggan baru di daerah,” jelas Rachmat.
Untuk meningkatkan dan mengoptimalkan layanan kepada pelanggan, PGN telah mengembangkan layanan PGN 360 Degree Integrated Solution. Melalui layanan ini PGN memberikan layanan penggunaan gas bumi dari hulu hingga hilir. Seperti, menyediakan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), jaringan pipa gas bumi dan LNG yang tersebar di berbagai kota.
PGN juga akan membangun jaringan pipa distribusi sepanjang 500 km, pipa transmisi 528 km, tujuh Liquified Natural Gas (LNG) filling station untuk truk / kapal, lima FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga, dan 17 LNG guna mensuplai kebutuhan berbagai segmen konsumen.
