Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada pembukaan perdagangan Senin (30/03) di Bursa Efek Indonesia mulai dibayangi aksi ambil untung, pasca-peningkatan harga cukup signifikan. Indeks komposit tersebut harus rela kehilangan 107,67 poin, atau setara dengan 2,37 persen ke posisi 4.437,9. Pelaku pasar merealisasikan keuntungan.
Pelaku pasar mengambil posisi lepas saham pasca-peningkatan harga, sehingga hal tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi. Itu terbukti dari sejumlah saham terlikuid pun mengalami penurunan. Sebanyak 45 jenis saham terlikuid turun 24,44 poin (3,5 persen) menjadi 674,34.
Sentimen lainnya yang memaksa pelaku pasar domestik harus mengambil posisi jual saham adalah rontoknya sejumlah saham di kawasan Asia. Misal, indeks hang seng di Bursa Saham Hong Kong 463,43 poin (1,97 persen) ke posisi 23.020,85, dan indeks nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) 627,24 poin (3,23 persen) ke posisi18.762,19.
Sementara itu, New York Stock Exchange (NYSE) melalui indeks dow jones industrial average berkurang 915,39 poin (4,06 persen) menjadi 21.636,78, dan komposit nasdaq 295,16 poin (3,79 persen) menjadi 7.502,38.
Fotographer: Rendy MR
