TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Peringkat BAF ialah idAA

Agus Haryanto
6 April 2020 | 09:16
rubrik: Finance
Lembaga Kajian NawaCita: RI Harus Investasi Besar-besaran di Bidang SDM

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat “idAA” untuk PT Bussan Auto Finance (BAF), Obligasi I/2017, Obligasi II/2018, dan Obligasi III/2019.

Analis, Hanif Pradipta dan Kreshna Armand, menyatakan bahwa prospek untuk peringkat perusahaan adalah “stabil”.

Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya.

Peringkat tersebut mencerminkan dukungan pemegang saham yang kuat, permodalan yang kuat, dan posisi pasar yang kuat dalam industri. Namun, peringkat dibatasi oleh kualitas aset yang moderat dan kompetisi yang ketat pada pembiayaan sepeda motor.

Peringkat dapat dinaikkan apabila BAF dapat secara signifikan meningkatkan posisi bisnisnya dalam industri pembiayaan, dan dalam saat bersamaan dapat meningkatkan kualitas aset dan profitabilitas secara berkesinambungan. Di lain pihak, peringkat dapat diturunkan apabila terjadi penurunan signifikan pada kualitas aset dan profitabilitas, atau jika Pefindo melihat bahwa dukungan pemegang saham menurun signifikan.

“Pefindo memandang wabah COVID-19 akan memiliki dampak signifikan dalam industri pembiayaan dalam hal pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas, terutama dari sektor ekonomi yang terkena dampak langsung seperti hotel, pariwisata, restoran, dan juga transportasi,” kata Hanif dan Kreshna, di Jakarta, dalam laman pefindo.com.

Akses terbatas untuk pekerja dikombinasikan dengan melemahnya permintaan juga dapat mempengaruhi sektor manufaktur dan perdagangan berbasis komoditas. Kemampuan debitur dari sektor-sektor ekonomi tersebut dapat terpengaruh secara signifikan, menghasilkan kemampuan yang lebih rendah untuk membayar kembali kewajiban finansial mereka, sehingga mempengaruhi profil keuangan perusahaan pembiayaan juga.

Dampak tersebut dapat sedikit termitigasi dengan penerapan POJK No.11/POJK/03/2020, yang memungkinkan bank dan perusahaan pembiayaan untuk memberikan relaksasi tertentu untuk mengelola kualitas kredit debitur yang terkena dampak COVID-19.

BACA JUGA:   Kendalikan Risiko: Astra Life Ajak Keluarga Indonesia Berani Melangkah di Tahun Kuda Api 2026

Saat ini, kami berpandangan bahwa profil kredit BAF akan tetap relatif tidak berubah di tengah wabah ini, didukung oleh keberadaan Mitsui Co, Ltd dan Yamaha Motor Co, Ltd sebagai pemegang saham, keduanya menyediakan dukungan pendanaan dan bisnis captive ke BAF. Faktor ini dapat mengkompensasi dampak COVID-19 terhadap portofolio pembiayaan dan rencana ekspansi BAF, di mana sekitar 50% portofolio pembiayaannya dihasilkan dari Jawa, daerah yang secara signifikan terkena dampak wabah tersebut. Pefindo akan terus memonitor bagaimana dampak COVID-19 berkembang, dan jika terdapat perubahan material, kami akan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Foto: Istimewa

Previous Post

Kinerja Intiland Bagus di 2019

Next Post

BNI Syariah Beri Bantuan Beras

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR