
Jakarta, businessnews.id — Presiden Direktur BNI Asset Management, Reita Farianti, menyatakan bahwa dalam rencana kerja tahun 2015 pihaknya memasang target dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp 15 triliun.
“Sementara ini, sampai dengan 30 Januari 2015, telah mencapai Rp 9,9 triliun,” kata dia di Jakarta hari ini.
Ia yakin target itu bisa dicapai karena telah menggandeng BNI Life dalam kerja sama peluncuran produk yang direncanakan setiap bulan satu produk.
Direktur BNI Asset Management, Isbono M.I. Putro, mengatakan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan Indo Primer Sekuritas.
“Sehingga jaringannya bisa dimanfaatkan ke daerah yang kami tidak bisa menjangkau,” katanya.
Dan direncanakan bahwa di semester II, BNI Asset Management meluncurkan program online trading .
Juga, mengeluarkan produk reksadana penempatan terbatas yang ditaksir nilai kelolaannya mencapai Rp 250 miliar hingga Rp 500 miliar. “Kami juga meluncurkan reksadana saham syariah,” dia berkata.
Reita pun menjelaskan, kerja sama dengan BNI Life itu juga telah berlangsung di Desember 2014. Dan sejak itu hingga akhir Januari 2015, telah tercapai nilai bisnis sekira Rp 300 miliar.
“Ke depan, dengan peluncuran produk bersama setiap bulan satu produk, kami harap angka itu bisa meningkat lagi.”
Dalam kerja sama ini, BNI Life menggunakan underlying asset berupa capital protected fund dari BNI Asset Management sebagai dana investasi pada produk unit link Maksima.
Presiden Direktur BNI Life, Budi T.A. Tampubolon, mengatakan bahwa Maksima mudah didapatkan di 1.600 jaringan kantor BNI, dan 62 cabang BNI Securities.
Nasabah diberikan insentif berupa bebas biaya switching, dan bisa menarik dananya setiap saat.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi