Jakarta, TopBusiness – BPRS Bandar Lampung merupakan BUMD milik Pemerintah Daerah Kota Bandar Lampung. Sebagai BUMD, BPRS Bandar Lampung memiliki proporsi usaha 70% pengembangan usaha memperoleh laba dan 30% layanan publik.
Dengan proporsi tersebut, manajemen harus terus melakukan terobosan dan inovasi agar BUMD ini mampu memberikan PAD. Tanpa hal tersebut, ia akan mengalami kerugian sebagaimana yang pernah dialami hingga tahun 2015.
Menurut Direktur Utama BPRS Bandar Lampung Ridwansyah, S.E.,M.E.Sy dalam penjurian online TOP BUMD Awards 2020 selepas terpilih sebagai kandidat peraih TOP BUMD, banyak terobosan dan inovasi yang dilakukan perusahaan. Di antaranya adalah melakukan perluasan wilayah pemasaran di beberapa Kabupaten, melakukan penurunan margin/ujroh dengan memperhatikan perlakuan kompetitor. Terakhir, pembiayaan yang disalurkan kepada para guru (PNS dan Non PNS) yang mendapat Tunjangan Sertifikasi guru, persyaratannya ditambah dengan deposit box sebagai pengamanan pembiayaan.
Kinerja Positif serta Raih Kategori Sehat
Menurut Ridwansyah kembali, dengan terobosan dan inovasi yang dilakukan, perusahaan mampu menorehkan kinerja positif serta raih kategori sehat. Dalam kinerja misalnya, ada kenaikan secara yoy.
Volume usaha atau asset realisasi tahun 2018 sebesar Rp87.252.222.000 menjadi Rp105.471.869.000 dalam realisasi tahun 2019, atau tumbuh sebesar 20,88%. Dana Pihak Ketiga realisasi tahun 2018 sebesar Rp62.055.701.000 menjadi Rp63.475.600.000 dalam realisasi tahun 2019, atau tumbuh 2,29%. Pembiayaan realisasi tahun 2018 sebesar Rp70.146.911.000 menjadi Rp77.750.300.000 dalam realisasi tahun 2019, atau tumbuh sebesar 10,84%. Laba setelah Pajak dan Zakat tahun 2018 sebesar Rp2.008.929.000 menjadi Rp2.509.457.000 dalam realisasi tahun 2019, atau tumbuh sebesar 24,92%.
Sementara itu perusahaan juga meraih kategori sehat untuk Rasio Kecukupan Modal. Dicatat Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) sebesar 22,04 %. Demikian pula untuk Kualitas Aktiva Produktif juga meraih kategori sehat. Dicatat Rasio Kualitas Aktiva Produktif (KAP) sebesar 97,70 % dan Rasio Non Performing Finance (NPF) sebesar 2.96 %. Rentabilitas juga meraih kategori sehat. Baik itu Rasio Efisiensi Operasi (BOPO) sebesar 77,49 %, Rasio Return On Asset (ROA) sebesar 3,42 %, serta Rasio Return On Equity (ROE) sebesar 14,29 %. Terakhir, Likuiditas juga meraih kategori sehat. Di mana Financing to Deposit Ratio (FDR) dicatat sebesar 88,14 % dan Cash Ratio dicatat sebesar 16,73 %.
Berikan Kontribusi ke Pemkot Bandar Lampung
Dengan kinerja positif dan kategori sehat yang diraih perusahaan, maka sejak tahun 2015, BPRS Bandar Lampung mampu memberikan kontribusi berupa PAD kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Selain itu BPRS Bandar Lampung juga mampu memberi kontribusi lain.
“Banyak kontribusi yang telah diberikan BPRS Bandar Lampung selain PAD. Seperti misalnya aktif ikut serta pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung dan mendukung pendanaan atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung yang besarnya disesuaikan dengan pertimbangan Direksi”, kata Ridwansyah.
Dengan pemberian kontribusi ini menunjukkan BPRS Bandar Lampung mampu menjadi salah satu Perusahaan Daerah sebagaimana yang diharapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Keberhasilan tersebut juga membuat 2 orang pegawai senior BPRS Bandar Lampung, kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama di BPRS Lampung Barat dan Direktur Utama pada BPRS Tani Tulang Bawang Barat.
Bangun Kantor Baru
Demi semakin memperkuat image perusahaan dan memberi pelayanan yang maksimal kepada para nasabahnya, BPRS Bandar Lampung pada tahun 2019 membangun sebuah kantor pusat baru. Dengan pembangunan tersebut, BPRS Bandar Lampung dicatat memiliki Gedung Kantor Pusat sendiri yang sebelumnya belum ada.
Pembanguna kantor baru ini didasarkan dari persetujuan RUPS. Selepas bekerjasama dengan Kontraktor Bangunan, Konsultan Perencana Bangunanan Konsultan Pengawas Bangunan, gedung baru ini ditempati mulai awal tahun 2020.
Penulis: Irawan Djoko Nugroho
Dok Foto: lampungpost.id
