Jakarta, TopBusiness – PT Biofarma di Bandung sudah bisa memproduksi sendiri tes kit reagen Polymerase Chain Reaction (PCR) virus corona atau Covid-19. Bahkan jumlah alat tes PCR yang diproduksi bisa mencapai 100 ribu per minggunya.
“Sebenarnya dari Bio Farma kita dengan kapasitas terpasang per hari bisa sampai 300 box atau setara 50.000 test kit dalam satu minggu, atau (bila dibutuhkan) maksimal malah kita bisa sampai 15.000 test dalam satu hari, atau setara hampir 100.000 test kit seminggu itu sebenarnya bisa kita penuhi,” kata Research Coordinator Divisi Riset PT Biofarma Dicky di sela menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke PT Biofarma di Kota Bandung, Jumat 24 April 2020.
Akan tetapi, Dicky mengatakan bahwa proses produksi terkendala oleh kedatangan bahan baku. Menurut dia, negara-negara di dunia tengah saling berebut bahan baku reagen. Meski begitu, ia mengaku pihaknya telah melakukan pemesanan yang diperkirakan akan sampai pekan depan.
“Kendalanya hanya kedatangan bahan baku, dan itu sudah kita pesankan. Masalah bahan baku itu sebenarnya tidak hanya di kita, jadi seluruh dunia memang sekarang sedang berebut bahan bakunya,” ucapnya seperti dikutip pikiran-rakyat.com.
Kini PT Biofarma @biofarmaID di Kota Bandung sudah bisa memproduksi test kit Reagen PCR mandiri sebanyak 50 ribu tes kit per minggu.
— ridwan kamil (@ridwankamil) April 24, 2020
PCR adalah metode swab hidung tenggorokan. Metoda paling akurat mendekati 90 persen. Tes kitnya selama ini mahal & harus diimpor dari Luar Negeri. pic.twitter.com/koSkisOq83
Dicky menjelaskan, bahan baku yang akan sampai pekan depan tersebut akan dialokasikan untuk produksi 100.000 test kit reagen. Nantinya, kit RT PCR tersebut akan segera dapat disebarkan ke seluruh Indonesia paling cepat pada pertengahan Mei 2020.
“Sementara untuk yang 100.000 perdana ini merupakan proyek Nasional yang digagas BPPT dan komponen bangsa lain yang bersama-sama akan didonasikan untuk disebar ke seluruh Indonesia secara gratis, jadi tidak akan dikomersilkan,” katanya.
“Untuk yang 100.000 pertama itu (sebagian bahan baku) Insyaallah datang minggu depan, awal Mei kita produksi, minggu kedua Mei sudah bisa langsung didistribusi secara nasional,” imbuhnya.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan Jabar selanjutnya, kata Dicky, PT Bio Farma telah menyiapkan produksi selanjutnya yang akan diprioritaskan untuk Jabar dan nasional. Bio Farma berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan alat tes RT PCR COVID-19 secara nasional.
“Biofarma sendiri sudah menyiapkan lagi produksi batch yang lain, itu yang mungkin nanti bisa dikomunikasikan, diprioritaskan untuk Jabar sekian puluh ribu, kalau masih kurang bisa kita produksi lagi untuk bacth-batch berikutnya,” tuturnya.
