
Jakarta, businessnews.id — Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot Suwondo mengatakan di Jakarta hari ini, pihaknya akan terlibat dalam pembiayaan penambahan ketenagalistrikan 35 gw hingga 2019. Namun hanya dalam pembiayaan jaringan listrik.
“Listrik itu harus ada jaringan, tidak bisa diangkut dengan truk,” dia bercanda.
Pembatasan itu berdasarkan pengalaman sebelumnya saat kredit yang disalurkan ke sektor ketenagalistrikan banyak yang macet.
“Dari 300 debitur di sektor listrik, kredit macetnya mencapai Rp 1 triliun,” dia berkata.
Sebelumnya, BNI lebih banyak menyalurkan kredit pembiayaan pembangunan pembangkit listrik.
Pihaknya telah bertemu dengan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir untuk membicarakan pembiayaan Program 35 Gigawatt, dan persoalan kredit macet di sektor ketenagalistrikan.
“Dan dari pembicaraan tersebut, ditengarai banyaknya kredit macet tersebut karena keterlambatan pembayaran dari Pemerintah Indonesia,” kata Gatot.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi